Sarasehan 100 Ekonom: Sarankan Perkuat sektor Pertanian dan Diversifikasi Pangan

Muh Saddam
Muh Saddam

Kamis, 08 September 2022 10:27

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Menghadiri Acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Menghadiri Acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Ekonom Senior dari Center of Reform on Economics (Core Indonesia), Hendri Saparini menyampaikan pentingnya pengalokasian dana corporate social responsibility atau CSR terhadap Sektor-sektor yang menciptakan lapangan kerja paling besar. Salah satunya adalah sektor pertanian dan perkebunan.

“CSR dari BUMN maupun swasta perlu kita fokuskan untuk menggerakkan sektor-sektor yang bisa menciptakan lapangan kerja besar, tidak hanya untuk mensuplai industri dalam negeri tapi juga untuk kebijakan ekspor. Misalnya sektor perkebunan,” ujar Saparini dalam sarasehan 100 ekonom, Rabu kemarin.

Menurut Saparini, pertanian memiliki peran penting dalam menciptakan peluang usaha dan ekspor. Yang penting, kata dia, sektor ini harus mendapat dukungan teknologi agar setiap produksi yang dilakukan dapat tercapai secara terukur.

“Kalau ini kita lakukan maka permintaan misalnya untuk minyak aroma terapi di global itu luar biasa. Kita tidak bisa memenuhi minyak cengkeh atau minyak kayu putih tapi kalau ini dilakukan dengan teknologi hasilnya bisa luar biasa. Maka menjadi penting ada kebijakan terintegrasi dan komprehensif saat kita sudah menentukan sektor mana yang akan kita dorong terlebih dahulu,” katanya.

Dalam acara yang sama, Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Bustanul Arifin mengatakan bahwa saat ini yang paling penting dilakukan adalah membangun kebersamaan dalam memprodukai lebih banyak pangan lokal.

“Sebab kemandirian pangan itu jika ditopang produk lokal berarti sudah mandiri pangan kita. Jadi kita harus Sama-sama membangun pangan lokal. Kita bersyukur makanan pokok kita (beras) sudah swasembada dan beras karena pasukan cukup maka harganya juga tidak akan bergejolak,” katanya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengajak para ekonom dan semua pihak untuk menguatkan networking dalam menggerakan roda ekonomi nasional melalui sektor pertanian. Termasuk pemerintah daerah dan pelaku industri lainya.

“Saya selalu mengatakan bahwa pertanian itu ekonomi dasar yang memutar ekonomi yang lain. Oleh karena itu memang perhatian terhadap pangan itu harus membangun network dan tidak boleh seperti yang kita lakukan lalu. Tidak boleh hanya dikomando oleh satu sistem dan bahkan tidak boleh sentralistik. Semua harus terintegrasi dan dikerjakan bersama,” jelasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional15 Oktober 2026 23:26
Kemenhut Selidiki Temuan Tengkorak Orangutan di Areal HCV PT KAL
Pedomanrakyat.com, ​Ketapang – Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Kalimantan menyelidiki temuan tengkorak yang ...
Metro15 Oktober 2026 22:24
Wali Kota Munafri Sabet Grand Baznas Award 2026, Target Makassar Jadi Kota Filantropi Nasional
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pengelolaan zakat dan membangun kepedulian sosial kembali mendap...
Politik15 Oktober 2026 21:21
PSI Sulsel Panaskan Mesin Partai di Toraja Utara, Syamsir: Kemenangan Harus Diperjuangkan
Pedomanrakyat.com, Toraja Utara – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan terus memperkuat konsolidasi internal dengan menyambangi kader...
Nasional15 Oktober 2026 20:24
Hotspot Nasional 372 Titik, Kemenhut Perkuat Penanganan Lapangan dan Perlindungan TN Tanjung Puting
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan ...