Sekjen PPP Arwani sebut Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah oleh MK Bagian dari Demokratisasi

Muh Saddam
Muh Saddam

Minggu, 29 Juni 2025 10:18

Sekretaris Jenderal DPP PPP, Arwani Thomafi, saat membuka acara Muskerwil IV PPP Sulsel.
Sekretaris Jenderal DPP PPP, Arwani Thomafi, saat membuka acara Muskerwil IV PPP Sulsel.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Jenderal DPP PPP, Arwani Thomafi, merespon keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pemisahan Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah.

Dimana Pemilu Nasiona yakni Pemilihan umum DPR, DPD, dan Presiden/Wakil Presiden. Sementara Pemilu Daerah yaitu pemilihan umum DPRD Provinsi, Kabupaten dan kota serta gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota.

Arwani Thomafi menegaskan bahwa, pihaknya menghormati keputusan MK sebagai bagian dari proses ketatanegaraan. Ia juga berharap Presiden dan DPRD segera menindaklanjuti keputusan ini.

“Kita harus menghormati keputusan MK sebagai bagian dari proses ketatanegaraan kita. Kami berharap Presiden dan DPRD segera menindaklanjuti keputusan ini,” jelas Arwani, usai membuka kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PPP Sulsel, di Makassar, Sabtu (28/6/2025).

Kata Arwani, KPU dan DPR RI melalui Komisi II akan menindaklanjuti keputusan tersebut, termasuk apakah akan menerapkan konsep perpanjangan masa jabatan anggota DPRD atau langkah lain.

“Hal ini membutuhkan pendalaman dan kajian lebih lanjut demi kepentingan rakyat,” jelasnya.

Arwani menambahkan bahwa keputusan MK harus dibaca sebagai bagian dari proses demokratisasi pemilu di Indonesia, sehingga perlu dipahami secara seksama.

“Saya kira keputusan MK harus dipahami sebagai bagian dari proses demokratisasi pemilu kita. Kita perlu memahaminya dengan seksama, karena tindak lanjutnya bisa menjadi kompleks, baik bagi partai politik, penyelenggara negara, maupun aparat terkait,” terang Arwani.

“Namun, pemisahan ini justru akan memudahkan kerja penyelenggara negara, penyelenggara pemilu, dan partai politik ke depan,” pungkasnya.

Sebelumnya MK memutuskan bahwa pemungutan suara akan dilaksanakan secara serentak untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, serta Presiden/Wakil Presiden.

Selanjutnya, dalam waktu paling singkat 2 (dua) tahun atau paling lama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan sejak pelantikan anggota DPR dan anggota DPD atau sejak pelantikan Presiden/Wakil Presiden.

Kemudian akan dilaksanakan pemungutan suara secara serentak untuk memilih anggota DPRD serta gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik15 Oktober 2026 03:59
Tok! Mendagri Resmi Berhentikan Husniah Talenrang Tidak dengan Hormat sebagai Bupati Gowa
Pedomanrakyat.com, Gowa – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dikabarkan secara resmi mengeluarkan surat keputusan pemberhentian Husniah Talen...
Nasional14 Oktober 2026 23:23
Menhut Perkuat Operasi Darat-Udara di Tanjung Puting, Fokus Lindungi Zona Inti dari Karhutla
Pedomanrakyat.com, Kotawaringin Barat – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutl...
Metro14 Oktober 2026 22:20
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Lima Pulau
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang akan menjangkau...
Olahraga14 Oktober 2026 21:22
Target Dua Emas Cabor Balap Motor, IMI Makassar Turunkan Pembalap Andalan di Porprov Sulsel XVIII
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Makassar membidik dua medali emas pada cabang olahraga (cabor) balap motor Pekan Ola...