Sekjen PSI: Islam Wajibkan Umat Jaga Hutan-Lingkungan

Nhico
Nhico

Senin, 23 Februari 2026 08:03

Sekretaris Jenderal PSI yang juga Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.(F-IST)
Sekretaris Jenderal PSI yang juga Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.(F-IST)

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal PSI yang juga Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan ajaran Islam secara teologis dan akidah memiliki landasan kuat yang mewajibkan umatnya menjaga lingkungan hidup dan hutan. Raja meyakini, Islam sebagai agama yang kaffah memiliki pijakan solid dalam merespons isu lingkungan hidup.

“Saya meyakini dengan sungguh-sungguh secara teologis, secara akidah, Islam sebagai agama yang kaffah memiliki pijakan yang sangat solid untuk menjadikan Islam sebagai ajaran agama yang memiliki kompatibilitas dengan isu-isu lingkungan hidup, kehutanan atau yang saat ini kita sebut sebagai ekoteologi,” kata Raja saat membahas konsep ekoteologi dalam perspektif Islam pada acara Kajian Ramadhan 1447 di Universitas Muhammadiyah Jember, seperti dikutip Minggu (22/2/2026).

Mantan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 2000-2002 itu mengatakan, banyak ayat Al-Qur’an dan hadis yang bukan hanya memotivasi, tetapi bahkan mewajibkan umat Islam untuk menjaga alam. Raja mencontohkan, teladan para khalifah dalam menjaga lingkungan bahkan di masa perang. Ia menyebut Abu Bakar al-Siddiq yang melarang pasukan memotong pohon berbuah.

“Allah mengatakan Wa la tufsidu fil-ardi ba‘da, janganlah kamu melakukan kerusakan membuang sampah, melakukan deforestasi, melakukan pencemar lingkungan setelah Allah membuatnya dengan baik atau sempurna,” ujar Raja.

“Wa la taqta‘u syajaran mutsmira. Janganlah kamu memotong pohon yang berbuah. Tapi pada hari ini dengan kemajuan teknologi, kata mutsmira atau perubahan bisa kita pandang sebagai pohon yang memang menghasilkan oksigen,” sambungnya.

Prinsip Ekoteologi

Sebagai kader Muhammadiyah yang kini mendapat amanah di Kabinet Merah Putih, Raja menegaskan komitmennya menjalankan prinsip ekoteologi dalam kebijakan negara. Sehingga dapat mencegah terulangnya bencana salah satunya dengan memperbaiki sistem di Kementerian Kehutanan.

“Saya sangat meyakini, mengimani, bahwa secara teologis secara aqidah, agama Islam memiliki landasan yang sangat solid, memotivasi kita bahkan mewajibkan kita menjaga alam kita, menjaga hutan kita secara baik,” katanya.

“Saya menyadari ini adalah amanah bagi saya, saya diberi kesempatan untuk berjihad di Kementerian Kehutanan, oleh karena itu saya akan memanfaatkan amanah yang diberikan ini untuk mencegah bencana yang terjadi di tiga provinsi ini tidak terjadi lagi di esok kemudian hari,” imbuhnya menandasi.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional03 Agustus 2026 21:31
Perkuat Tata Kelola Kehutanan, Menhut: Layanan Publik Harus Menjadi Prioritas
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan terus memperkuat tata kelola layanan perizinan sektor kehutanan melalui penyelenggaraan layanan y...
Metro03 Agustus 2026 21:24
Operasi ETOS Perdana di RSUD Labuang Baji, Perluas Pilihan Layanan Bedah Saraf Minimal Invasif
Pedomanrakyat.com, Makassar – RSUD Labuang Baji terus mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan, khususnya di bidang bedah saraf. Kini, rumah sa...
Metro03 Agustus 2026 20:35
Inspiratif! Ketua RT di Makassar Berhasil Bangun Budaya Pilah dan Olah Sampah dari Rumah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua RT 002/RW 001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Sri Rahmi Mahmud, SH., MH., membagikan pengalaman me...
Daerah03 Agustus 2026 19:24
Sekda Pinrang Ajak Warga Rayakan HUT RI dengan Semangat Persatuan, Bukan Kemewahan
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Pinrang tahun 2026 ...