Kementan

Selain Mampu Tingkatkan Produksi, Budidaya Padi Teknik Salibu Juga Lebih Hemat

A. Zafran
A. Zafran

Selasa, 07 September 2021 19:50

Selain Mampu Tingkatkan Produksi, Budidaya Padi Teknik Salibu Juga Lebih Hemat

Pedoman Rakyat, Sumbar – Teknik budidaya Salibu adalah salah satu inovasi untuk memacu peningkatan produksi. Memang belum banyak orang mengenal teknik budidaya ini. Apa itu padi salibu?, simak penjelasannya berikut ini.

Padi Salibu dalah tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batang sisa panen ditebas/dipangkas. Tunas akan muncul dari buku yang ada di dalam tanah dan akan mengeluarkan akar baru sehingga suplai hara tidak lagi tergantung pada batang lama. Tunas ini bisa membelah atau bertunas lagi seperti padi tanaman pindah biasa, inilah yang membuat pertumbuhan dan produksinya sama atau lebih tinggi dibanding tanaman pertama (ibunya).

Sponsored by ADVERTNATIVE

Padi salibu berbeda dengan padi ratun, ratun adalah padi yang tumbuh dari batang sisa panen tanpa dilakukan pemangkasan batang, tunas akan muncul pada buku paling atas, suplai hara tetap dari batang lama.

Secara jelas teknik ini dipaparkan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi pada acara Webinar Propaktani Episode 86 melalui zoom & youtube propaktani (3/9). Menurutnya, teknologi salibu merupakan salah satu bentuk inovasi yang berasal dari kearifan lokal masyarakat yang berkembang di Sumatera Barat, tepatnya di kabupaten Tanah Datar. “Teknologi ini memiliki manfaat meningkatkan produktivitas lahan melalui peningkatan indeks pertanaman/panen, menghemat biaya produksi karena tidak perlu mengeluarkan biaya pengolahan tanah, tanam dan benih juga menghemat biaya tenaga kerja dan upah,” ujarnya.

Lebih lanjut Suwandi mengatakan teknologi salibu ini berkontribusi dalam upaya peningkatan produksi padi yang mana mengarah pada peningkatan indeks panen dari 2 sampai 3 bahkan bisa 4 kali panen dalam 1 tahun. Hal ini sejalan dengan Program Menteri Pertanian RI, untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Sebagai wilayah yang menjadi awal berkembangnya teknologi padi salibu/ratun, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, Yulfiardi menyampaikan bagaimana sejarah padi salibu di Tanah Datar. “Bermula pada tahun 2008 terjadi serangan hama tikus yang cukup parah pada hamparan tanaman padi Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan, Emiwati (Ketua KWT) mencoba membersihkan dengan jalan dipotong setinggi 2 cm kemudian dilakukan pemupukan. Hasilnya cukup baik dan mulai dicoba bersama anggota KWT Flamboyan hingga 3x panen dengan hasil maksimal. Kemudian dilakukan pembinaan dan pendampingan hingga akhirnya ditemukanlah Teknologi Padi Salibu,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, disampaikan pula oleh Akademisi IPB, Ahmad Junaedi bahwa untuk meningkatkan produktivitas padi salibu/ratun diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dari petani dalam pemeliharaan padi salibu/ratun ini. “Fase kritis salibu itu adalah saat pemotongan,saat penyiangan, pemisahan dan penyulaman, saat pemupukan dan pengairan serta saat panen,” sebutnya.

Keberhasilan teknologi budidaya salibu/ratun ini tidak terlepas dari pemilihan varietas yang unggul dan bermutu. Indrastuti Rumanti dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi menjelaskan varietas adaptif budidaya padi salibu dan ratun. “Permasalahan utama pada budidaya padi salibu/ratun ini adalah cekaman biotik dari WBC dan virus penyerta, hawar daun bakteri, blast dan tungro. Jenis varietas berpengaruh terhadap populasi hama utama yang ada serta keparahan penyakit grassy stunt dan ragged stunt. Sejauh ini varietas yang cukup adaptif untuk budidaya padi salibu/ratun antara lain inpari 6, Inpari 10 dan ketan ciasem,” paparnya.

Disamping pemaparan materi oleh para narasumber, dalam acara Webinar Propaktani ini disiarkan secara langsung panen padi salibu dari Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat seluas 2,5 Ha dari luas potensi luas panen 10 Ha.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah21 September 2021 22:49
Kabar Baik Corona, Tak Ada Lagi Daerah Level 4 di Sulteng, Gubernur Rusdi Mastura: Tetap Disiplin Prokes
Pedoman Rakyat, Palu – Pengendalian Covid-19 di Sulteng menunjukkan tren baik dengan terkendalinya penularan. Atas kondisi itu, tak ada lagi kab...
Politik21 September 2021 22:34
Kesiapan NasDem Sigi Sulteng 2024 Lebih Matang
Pedoman Rakyat, Sigi – Kesiapan mesin Partai DPD NasDem Kabupaten Sigi, Sulteng, menatap Pemilu 2024 diyakini lebih matang dari sebelumnya. Itu ...
Hukum/Kriminal21 September 2021 21:00
Saat Pacaran Rekam Lagi Berhubungan Seks, Giliran Putus Video Disebar ke Medsos, Wanita Cantik di Makassar Lapor Polisi
Awalnya nggak mau, tapi karena dibujuk dipaksa akhirnya dia lakukan (rekam video), tapi tidak ada kesepakatan bahwa kita sama-sama merekam. Jadi itu i...
Metro21 September 2021 20:55
Harga Telur Anjlok di Sulsel, Syaharuddin Alrif Pimpin Langsung Rapat dan Carikan Solusi Para Pengusaha Ayam Potong-Petelur
Pedoman Rakyat, Makassar – Pengusaha ayam petelur dan ayam potong di Sulawesi Selatan, mengeluhkan kondisi usahanya yang mengalami kerugian akib...