Pedomanrakyat.com, Pangkep – Sebanyak 315 petugas Sensus Ekonomi 2026 resmi diterjunkan untuk mendata aktivitas usaha di seluruh wilayah Kabupaten Pangkep.
Pelepasan petugas dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangkep dalam kegiatan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, Senin (15/6/2026).
Baca Juga :
Pelepasan petugas sensus dihadiri Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Wakil Bupati Pangkep Abdul Rahman Assagaf, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Pangkep Hj. Suriani, Kepala BPS Kabupaten Pangkep Ayub Parlin Ampulembang, pimpinan perangkat daerah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkep, para camat se Kabupaten Pangkep, serta ratusan petugas Sensus Ekonomi 2026.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau dalam sambutannya berpesan kepada petugas Sensus Ekonomi 2026 agar melakukan pendataan secara sabar, teliti, dan sesuai metode yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan data yang akurat.
Menurutnya, data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar penyusunan berbagai program pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Saya harapkan dari data yang dikumpulkan benar dan akurat. Dan data-data yang didapati ini yang akan digunakan untuk membuat program kedepannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan petugas sensus ekonomi kabupaten pangkep untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan tugas di lapangan.
“Kepada petugas sesuaikan metode pendataanya agar datanya akurat yang dihasilkan, namun tetap jaga kondisi kesehatannya kalau capek-capeki jangan lupa istirahat,” tutupnya.
Kepala BPS Kabupaten Pangkep Ayub Parlin Ampulembang menjelaskan, sebanyak 315 petugas diterjunkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang terdiri dari 274 petugas pendata lapangan dan 41 petugas pengawas. Selain itu, dua petugas organik BPS juga disiapkan untuk melakukan pendataan usaha besar.
“Petugas sensus ekonomi itu ada sebanyak 315 petugas. Di mana ada sebanyak 274 petugas pendata lapangan atau PPL, dan ada sebanyak 41 petugas pengawas atau pemeriksa. Jadi totalnya sebanyak 315. Itu untuk pendataan usaha kecil dan menengah, sementara ada juga dua orang dari organik BPS yang akan melakukan pendataan untuk usaha besar atau UB,” jelasnya.
Ia mengatakan, pendataan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dan mencakup seluruh wilayah Kabupaten Pangkep, baik di daratan maupun kepulauan yang tersebar di 13 kecamatan.
“Untuk saat ini, dari data sementara yang terkumpul itu diketahui ada sebanyak 45.000 usaha kecil, kemudian ada sebanyak 70 usaha besar dan ada sekitar 300 untuk usaha menengah” tambahnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan sensus kali ini menggunakan sistem digital melalui aplikasi yang terpasang pada telepon pintar petugas sehingga progres pendataan dapat dipantau secara daring setiap hari.
Ia berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar, lengkap, serta sesuai kondisi sebenarnya agar data yang dihasilkan mampu menggambarkan kondisi perekonomian Kabupaten Pangkep secara akurat.
“Harapan kami kepada masyarakat Kabupaten Pangkep untuk dapat menerima petugas sensus ketika melakukan kegiatan pendataan baik di rumah maupun di usahanya, berikan informasi yang lengkap dan benar dan sesuai dengan kondisi yang sebenar-benarnya, supaya data yang dihasilkan nanti betul-betul dapat menggambarkan kondisi perekonomian bangsa, kondisi ekonomi bangsa, usaha ekonomi, khususnya di Kabupaten Pangkep sendiri,” pungkasnya.

Komentar