16 Talenta Muda Lolos di Audisi PB Djarum Makassar, Liliyana-Tontowi Sebut Potensi Indonesia Timur Besar

Muh Saddam
Muh Saddam

Sabtu, 08 Agustus 2026 16:32

Sebanyak 16 atlet muda berhasil mengamankan Super Tiket PB Djarum untuk melanjutkan perjuangan menuju tahap karantina di Kudus, Jawa Tengah.
Sebanyak 16 atlet muda berhasil mengamankan Super Tiket PB Djarum untuk melanjutkan perjuangan menuju tahap karantina di Kudus, Jawa Tengah.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar resmi berakhir, Sabtu (8/8/2026), sebanyak 16 atlet muda berhasil mengamankan Super Tiket untuk melanjutkan perjuangan menuju tahap karantina di Kudus, Jawa Tengah, pada September mendatang.

Sebanyak enam peserta lolos melalui jalur turnamen, sementara 10 lainnya dipilih langsung oleh tim pencari bakat PB Djarum.

Audisi yang berlangsung di GOR Dafest Makassar tersebut turut mendapat perhatian dari dua legenda bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad.

Keduanya hadir langsung menyaksikan sekaligus memberikan penilaian terhadap talenta-talenta muda yang berjuang mendapatkan kesempatan bergabung dengan PB Djarum.

Liliyana Natsir, yang akrab disapa Butet, mengatakan proses penentuan peserta terbaik dari Makassar berlangsung cukup ketat. Tim pencari bakat harus melakukan berbagai pertimbangan karena jumlah peserta yang dapat dipilih terbatas.

“Cukup alot, karena kami memiliki kuota. Ada beberapa peserta yang sebenarnya ingin kami ambil, tetapi karena kuotanya terbatas, kami harus mencari yang terbaik dari yang terbaik,” kata Liliyana.

Menurut dia, keputusan akhir ditentukan setelah melalui pertimbangan matang dari pelatih dan tim pencari bakat. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan peserta yang terpilih benar-benar memiliki potensi untuk berkembang pada tahap selanjutnya.

Liliyana juga menilai Makassar memiliki banyak potensi pebulutangkis muda. Kehadiran kembali audisi PB Djarum di Makassar setelah sekitar 10 tahun dinilai memberikan kesempatan lebih besar bagi talenta dari kawasan Indonesia Timur.

Sebagai sosok yang juga berasal dari Indonesia Timur, tepatnya Manado, Liliyana menyebut pelaksanaan audisi di Makassar dapat mempermudah peserta dari berbagai daerah seperti Manado, Palu hingga Papua.

“Kalau saya boleh berkomentar, karena saya juga berasal dari Indonesia Timur, tepatnya dari Manado, adanya audisi di Makassar tentu sangat mempermudah para peserta dari daerah timur,” ujarnya.

Menurut Liliyana, peserta dari Indonesia Timur kini tidak perlu mengeluarkan biaya dan tenaga lebih besar untuk mengikuti audisi di Pulau Jawa.

Dengan adanya lokasi audisi yang lebih dekat, beban biaya yang harus ditanggung orang tua juga dapat ditekan. “Selain lebih dekat, biaya yang dikeluarkan juga mungkin bisa lebih murah,” katanya.

Liliyana berharap pola pelaksanaan audisi di luar Pulau Jawa dapat terus dikembangkan.

Jika tidak dilaksanakan di Makassar, menurut dia, audisi dapat digelar di daerah lain yang mampu menjangkau lebih banyak wilayah Indonesia Timur.

Ia menilai potensi pemain berbakat dari kawasan tersebut, khususnya sektor putri, cukup besar.

Liliyana menyebut sejumlah nama dari generasi sebelumnya yang berasal dari Indonesia Timur sebagai bukti bahwa kawasan tersebut memiliki talenta yang mampu berkembang hingga level nasional dan internasional.

“Saya melihat, khususnya di sektor putri, Indonesia Timur juga memiliki cukup banyak pemain berbakat. Kalau melihat generasi-generasi sebelumnya, ada saya, ada Grecia, kemudian ada Diana Lomba dan beberapa pemain lainnya,” tutur Liliyana.

Ia berharap audisi di berbagai daerah dapat menjadi salah satu cara untuk menemukan generasi penerus, tidak hanya dari Indonesia Timur, tetapi juga dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Mudah-mudahan melalui audisi seperti ini kita bisa menemukan calon-calon penerus dari Indonesia Timur maupun dari seluruh Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Tontowi Ahmad menilai peserta putra dalam Audisi PB Djarum Regional Makassar memiliki daya juang yang baik.

Dari sisi teknik, menurut dia, kemampuan peserta cukup beragam. Sebagian sudah memiliki teknik yang baik, sementara peserta lainnya masih membutuhkan pengembangan.

“Saya melihat peserta audisi di Makassar, terutama yang putra, daya juangnya bagus-bagus. Untuk teknik, menurut saya ada yang sudah bagus dan ada juga yang masih perlu dikembangkan. Itu hal yang wajar,” kata Tontowi.

Tontowi mengaku turut memilih salah satu peserta asal Makassar. Ia melihat peserta tersebut memiliki daya juang dan teknik yang cukup baik, termasuk dari sisi langkah di lapangan.

“Tinggal nanti ketika masuk karantina, bagaimana dia mengembangkan dirinya lebih jauh,” ujarnya.

Liliyana menambahkan, semakin banyak lokasi audisi yang dibuka, semakin ringan pula beban yang harus ditanggung orang tua peserta.

Menurut dia, kemudahan tersebut juga dapat menjadi motivasi bagi orang tua untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka.

“Dengan adanya audisi di berbagai daerah, beban biaya orang tua bisa lebih ringan. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi motivasi bagi para orang tua untuk semakin semangat memberikan dukungan kepada anak-anak mereka agar bisa menjadi juara,” kata Liliyana.

Ia berharap kemudahan akses tersebut dapat menjaga keberlanjutan regenerasi bulu tangkis nasional.

Dengan semakin banyak audisi yang menjangkau berbagai daerah, bibit-bibit potensial diharapkan tidak terhenti dan dapat terus berkembang menjadi pemain berkualitas.

Secara umum, Tontowi menilai kualitas peserta di Makassar tidak jauh berbeda dengan peserta pada audisi di Pekanbaru.

Menurut dia, kedua daerah tersebut sama-sama memiliki peserta dengan potensi yang baik dan masih berusia muda.

Bagi peserta yang belum mendapatkan tiket untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, Tontowi berpesan agar tetap bersemangat dan tidak berhenti berlatih.

“Untuk yang belum terpilih, tetap semangat dan terus berjuang. Mudah-mudahan ke depannya ada kesempatan lagi dan bisa terpilih,” katanya.

Tontowi juga menilai penambahan lokasi audisi di luar Pulau Jawa merupakan salah satu bentuk dedikasi PB Djarum terhadap perkembangan bulu tangkis Indonesia.

Jika dahulu para peserta harus mendatangi lokasi audisi, kini PB Djarum yang datang menyambangi berbagai daerah.

“Kemarin kami sudah ke wilayah barat, ke Pekanbaru, Sumatra. Sekarang kami datang ke wilayah timur. Mungkin ini merupakan salah satu bentuk dedikasi PB Djarum untuk perkembangan bulu tangkis,” kata Tontowi.

Tontowi berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada pelaksanaan audisi di Makassar dan Pekanbaru, tetapi terus berlanjut di berbagai daerah.

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga08 Agustus 2026 13:33
Dari Balikpapan ke Makassar, Abidzar Tiga Kali Lolos Karantina demi Mimpi Masuk PB Djarum
Pedomanrakyat.com, Makassar – Muhammad Abidzar Alghifari, peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 Regional Makassar, kembali menunjukkan kegigihannya...
Berita08 Agustus 2026 12:18
Punya Keluhan Mata, Tulang atau Sendi? Jhoni Khan Buka Konsultasi Pengobatan Herbal di Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Keluhan pada mata, tulang, dan sendi jangan dibiarkan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bagi masyarakat yang ingin men...
Politik08 Agustus 2026 10:33
DPC PPP Wajo Bidik Kursi Pimpinan DPRD, Supriadi Arif: Tak Ada Cerita Pemilu Berikutnya Tidak Jadi Pimpinan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Wajo, Supriadi Arif, langsung memas...
Berita08 Agustus 2026 07:46
Gaya Agresif Atlet Belia Makassar Bikin PB Djarum Terpikat di Audisi 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Persaingan atlet muda bulu tangkis di audisi umum PB Djarum 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan semakin ketat ...