Pedomanrakyat.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama BPS menggelar sosialisasi dan aksi nyata bertajuk “Ngibar” (Ngisi Bareng) sebagai langkah awal menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), di Kantor Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Senin (25/5/2026).
Hadir dalam kegiatan itu puluhan pelaku usaha, pimpinan perbankan, pejabat daerah, hingga petugas Badan Pusat Statistik (BPS) duduk bersama dalam satu misi: memotret wajah ekonomi Sidrap secara jujur dan utuh.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memimpin langsung kegiatan tersebut didampingi Kepala BPS Sidrap, Andi Asmarani. Hadir pula jajaran OPD, camat, hingga para pelaku usaha dari berbagai sektor.
Baca Juga :
Bagi Syaharuddin, sensus ekonomi bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan fondasi penting untuk menentukan arah pembangunan daerah ke depan.
“Data yang jujur itu sangat penting. Jangan sampai ada yang menutupi kondisi usahanya karena khawatir soal pajak atau hal lain. Data ini bukan untuk membebani, tapi untuk memetakan kekuatan ekonomi kita agar pembangunan lebih tepat sasaran,” tegas Syaharuddin.
Ia menyebut, Sidrap saat ini sedang menikmati momentum pertumbuhan ekonomi yang sangat positif. Dari sebelumnya berada di papan bawah, kini Sidrap berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi 7,71 persen pada 2025, tertinggi di Sulawesi Selatan.
“Ini capaian yang membanggakan. Tapi untuk menjaga tren ini, kita butuh data yang akurat agar langkah pembangunan tidak salah arah,” ujarnya.
Syaharuddin juga mencontohkan geliat ekonomi Sidrap yang terus tumbuh, mulai dari sektor perhotelan, rumah kos, klinik kecantikan, industri skincare, hingga energi.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tak lepas dari sinergi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
“Kalau sensus ini sukses, kita punya peta yang jelas. Dampaknya bukan hanya angka statistik, tapi langsung terasa pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Kepala BPS Sidrap Andi Asmarani menjelaskan, metode Ngibar menjadi inovasi baru dalam pelaksanaan SE2026.
Lewat program ini, para pelaku usaha tidak lagi mengisi data secara manual, melainkan dibimbing langsung oleh petugas BPS untuk melakukan input digital.
“Kegiatan ini bukan sekadar pengisian data bersama, tapi simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan BPS untuk menghadirkan data ekonomi berkualitas bagi masa depan Sidrap,” kata Andi.
Ia menambahkan, data dari SE2026 nantinya dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk membaca peluang pasar, merancang ekspansi bisnis, hingga memetakan persaingan usaha secara lebih akurat.
Gaung “Ngibar” pun mendapat respons positif dari berbagai sektor. Sejumlah bank nasional dan daerah hadir, termasuk BRI, Bank Mandiri, BNI, BSI, Bank Sulselbar, hingga Bank Danamon.
Dari sektor industri, hadir pula perusahaan besar seperti PT UPC Sidrap Bayu Energi, PT Sang Hyang Seri, Malindo Feedmill, Japfa Comfeed, hingga sejumlah pelaku usaha lokal.
Dengan semangat kolaborasi itu, Sidrap tampak tak ingin sekadar menikmati prestasi ekonomi hari ini. Kabupaten berjuluk lumbung pangan Sulsel itu sedang menyusun langkah panjang menuju target besar: menjadi daerah yang semakin kuat menyongsong Indonesia Emas 2045.

Komentar