Stabilkan Harga Gabah, Kementan Gelar Rakor Bersama Kepala Dinas se-Indonesia

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Selasa, 20 April 2021 13:41

Mentan RI Syahrul Yasin Limpo.
Mentan RI Syahrul Yasin Limpo.

Pedoman Rakyat, Jakarta – Berbagai upaya yang telah dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan produksi beras telah berhasil menciptakan kondisi surplus.

Keberhasilan tersebut diikuti dengan upaya pemerintah untuk terus mendorong penyerapan gabah petani saat panen raya dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga Gabah Kering Panen (GKP) baik di tingkat konsumen maupun produsen agar harga tidak mengalami penurunan atau merugikan petani.

“Saat ini kita telah mampu menghasilkan produktivitas hasil pertanian sesuai target dalam proses perjalanan mempersiapkan ketahan pangan nasional, pencapaian tersebut juga telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa hanya pertanian yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap PDB Nasional, “ ungkap Menteri Pertanian Sayhrul Yasin Limpo (Mentan SYL) dalam acara Pertemuan Koordinasi Serap Gabah bersama kepala dinas pertanian provinsi dan kabupaten se Indonesia, stakeholder dan perbankan yang dilakukan secara online di Ruang AWR, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta (20/4/2021)

Menurut SYL, salah satu ciri keberhasilan produktivitas pertanian adalah harga yang dinamis. Untuk itu Kementan selaku pemerintah memiliki tugas menjaga dan menstabilkan harga khususnya komoditas padi melalui HPP yang telah di tetapkan sesuai dengan Permendag 24/2020 yaitu Rp 4.200 per kilogram (kg).

Sesuai data dari Ditjen Tanaman Pangan, dilaporkan bahwa pada periode 3 hingga 13 April 2021 sebanyak 156 kecamatan dari total 7000 kecamatan di 77 Kabupaten mengalami dinamika harga gabah di petani.

“Oleh karena itu saya berharap kita dapat bersama-sama mengatasi persoalan dinamika harga gabah agar dapat kembali dalam range yang normal, meskipun hanya beberapa daerah saja yang mengalami dinamika harga,” harap SYL.

Lebih lanjut SYL mengungkapkan bahwa tahun ini dan tahun depan dunia akan membutuhkan beras Indonesia karena climate change yang terjadi di seluruh dunia sehingga diprediksi beberapa negara akan mengalami permasalahan pangan yang akan menyebabkan kecenderungan harga beras naik.

Untuk itu konsep stok atau gudang penyimpanan beras rakyat harus dihidupkan baik pada skala tradisional rumah tangga, kabupaten hingga skala Provinsi melalui Bulog.

“Saya akan terus memonitor jika ada persoalan di tingkat kabupaten, untuk itu Pak Dirjen harus melakukan monitoring harga, apabila ada gejolak harga segera dikomunikasikan ke saya dan lapor kepada satgas jika ada permainan harga,” tegasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro01 Juni 2026 20:30
Tinjau Lokasi Kebakaran, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk RSUD Syekh Yusuf
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk mendukung pemuliha...
Metro01 Juni 2026 19:28
Munafri Arifuddin Hadiri Syukuran HUT Kodam XIV/Hasanuddin, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri acara Syukuran Dirgahayu ke-69 Komando Daerah Militer (Kodam) XI...
Metro01 Juni 2026 18:29
Hadiri Sannipata Waisak 2026, Andi Sudirman Apresiasi Kontribusi Permabudhi dalam Pembangunan Daerah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Sannipata Waisak 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan ...
Metro01 Juni 2026 17:34
Legislator NasDem sebut Pancasila Hidup Lewat Budaya, Generasi Muda Jangan Kehilangan Jati Diri
Pedomanrakyat.com, Makassar – Momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dimaknai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Mahmud, sebagai penging...