Sufriadi Arif Minta OPD Sulsel Aktif Turun Lapangan, Jangan Hanya Menunggu Laporan

Muh Saddam
Muh Saddam

Selasa, 06 Januari 2026 16:07

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, menekankan pentingnya peran aktif jajaran eksekutif, khususnya organisasi perangkat daerah (OPD), untuk turun langsung ke lapangan dan tidak hanya mengandalkan laporan administrasi dalam menyerap persoalan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel ini menyusul masih banyaknya persoalan di daerah yang ia temukan secara langsung namun belum tertangani secara optimal oleh pemerintah provinsi.

Menurut Sufriadi, sebagai wakil rakyat, dirinya kerap berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menemukan berbagai persoalan yang sejatinya menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Namun, persoalan-persoalan tersebut sering luput dari perhatian akibat minimnya komunikasi dan interaksi langsung antara eksekutif dan masyarakat.

Ia menilai, OPD seharusnya meniru langkah Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang dinilai aktif turun ke daerah untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

“Jangan hanya menunggu laporan. Setidaknya sebulan sekali perangkat daerah turun ke daerah, berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, seperti yang sering dilakukan Pak Gubernur. Dari situ persoalan bisa diidentifikasi dengan jelas,” ujar Sufriadi kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).

Sufriadi mengapresiasi respons cepat Gubernur Sulsel yang dinilainya selalu menindaklanjuti laporan lapangan. Namun demikian, ia berharap seluruh jajaran di bawah Gubernur dapat lebih proaktif dan menjalankan tugas sesuai kewenangannya masing-masing.

Ia mencontohkan, sejumlah persoalan krusial yang kerap ditemui di lapangan antara lain terkait infrastruktur jalan, irigasi, serta kondisi sarana pendidikan.

Di Kabupaten Wajo, misalnya, ia menemukan beberapa bangunan sekolah menengah atas (SMA) dengan kondisi memprihatinkan, mulai dari plafon rusak hingga bangunan yang dinilai tidak lagi layak digunakan.

“Temuan-temuan itu selalu saya dokumentasikan dan sampaikan ke kepala dinas terkait, termasuk kondisi sarana prasarana dan peralatan sekolah,” ungkapnya.

Sufriadi menegaskan, banyak persoalan sebenarnya dapat diselesaikan dengan cepat apabila ditangani secara langsung dan dikomunikasikan dengan baik. Bahkan, masalah yang telah terbengkalai selama bertahun-tahun, menurutnya, bisa dituntaskan hanya dalam hitungan hari.

Karena itu, ia meminta OPD provinsi rutin melakukan evaluasi terhadap wilayah kerja masing-masing serta melakukan pendataan yang komprehensif terhadap persoalan yang menjadi kewenangan provinsi.

“Kalau pun terkendala anggaran, setidaknya harus ada data yang akurat sebagai dasar perencanaan. Jangan sampai persoalan hanya diselesaikan satu per satu setiap tahun. Evaluasi dan pendataan itu penting agar pembangunan berjalan tepat sasaran,” tegasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Berita07 Januari 2026 20:12
KALLA dan PMI Distribusikan 2.500 Ton Bantuan ke Sumatera
Pedomanrakyat.com, Jakarta – KALLA kembali berkontribusi dalam penditribusian bantuan untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Aceh dan ...
Daerah07 Januari 2026 19:29
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Bersama Petani Simak Pengumuman Swasembada Pangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif bersama petani, jajaran pertanian dan TNI, mengikuti secara da...
Daerah07 Januari 2026 18:29
Bupati Irwan Hamid Bangga Pinrang Berkontribusi Besar dalam Swasembada Pangan Nasional
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Upaya Pemerintah Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan membuahkan hasil. Pada tahun pertama pemerin...
Politik07 Januari 2026 17:56
Jelang Rakernas PSI, Animo Warga Sulsel Meluap lewat Branding Ratusan Mobil, Ada Wajah Kaesang-Muammar Gandi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar pada akhir ...