Soal Kelangkaan Ayam Broiler, Legislator PDIP Alimuddin Ingatkan Perlunya Solusi Berkeadilan

Muh Saddam
Muh Saddam

Rabu, 07 Januari 2026 15:23

Anggota Komisi B DPRD Sulawesi Selatan, Alimuddin.
Anggota Komisi B DPRD Sulawesi Selatan, Alimuddin.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota Komisi B DPRD Sulawesi Selatan, Alimuddin, mengingatkan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memperhatikan dampaknya terhadap para pelaku usaha perunggasan, khususnya penyalur ayam pedaging di Sulawesi Selatan.

Hal tersebut disampaikan Alimuddin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas kelangkaan ayam broiler yang belakangan dikeluhkan masyarakat. Rapat ini berlangsung di Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Selasa (6/1/2026).

Menurut legislator PDI Perjuangan Sulsel ini, kehadiran program MBG berpotensi membawa perubahan pada pola distribusi dan pasar ayam pedaging.

Salah satu dampaknya, kata dia, bisa dirasakan oleh Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP). Pasalnya tidak ada aturan yang mewajibkan pengelola MBG harus berhubungan dengan asosiasi.

“Tentu harapan kita, dengan adanya program MBG ini tidak menimbulkan dampak baru, baik bagi individu maupun komunitas. Kebutuhan unggas pasti meningkat, sehingga yang perlu didorong adalah penciptaan dan penguatan peternak, agar usaha-usaha kecil tetap bisa bertahan,” jelas Alimuddin.

Olehnya itu, Alimuddin berharap Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sulsel bersama Satuan Tugas Pangan dapat berperan aktif sebagai pengatur dan penyeimbang, sehingga seluruh pelaku usaha di sektor perunggasan tidak terdampak secara negatif oleh dinamika kebijakan.

“Kita berharap Satgas Pangan hadir sebagai fasilitator bagi semua kebutuhan masyarakat, baik pengusaha besar, pedagang, UMKM, peternak, hingga penyalur. Jangan sampai ada pihak yang tertinggal atau tergilas,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua P2AP Sulsel, Dwiana Pamuji Astuti, menyampaikan keluhan terkait terbatasnya stok ayam broiler di pasaran. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak langsung pada lonjakan harga di atas Harga Transaksi Pasar (HTP).

“Kelangkaan stok dan harga yang melambung tinggi ini sangat memberatkan kami, termasuk UMKM yang bergerak di sektor pangan berbasis ayam,” ujar Dwiana.

Ia mengungkapkan, sebagian pelaku UMKM bahkan terpaksa menghentikan aktivitas usahanya karena keterbatasan modal akibat kenaikan harga bahan baku.

Karena itu, P2AP Sulsel berinisiatif mencari solusi bersama agar stabilitas pasokan dan harga ayam broiler di Sulawesi Selatan dapat kembali terjaga.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Azizah Irma Wahyudiyati, menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali menjadwalkan RDP lanjutan dengan menghadirkan pihak-pihak kemitraan yang terlibat langsung dalam rantai distribusi ayam pedaging.

“Kita rencanakan rapat kedua dengan mengundang mitra, karena sekitar 80 persen distribusi ayam berada dalam skema kemitraan. Ini menjadi kunci untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh,” tutup Irma.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro19 Januari 2026 23:24
Gubernur Sulsel Tinjau Posko AJU Bersama Menhub dan KaBasarnas
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, dan Kepala Bas...
Metro19 Januari 2026 22:26
Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi “Cicu” Komitmen Kawal Tindak Lanjut LHP BPK
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, menegaskan komitmen DPRD Sulsel untuk mengawal secara serius ti...
Daerah19 Januari 2026 21:36
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Dorong Transformasi Kandang Ayam ke Sistem Modern
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Modernisasi sektor peternakan terus menunjukkan perkembangan signifikan di Sulawesi Selatan. Bupati Sidenreng Rappan...
Metro19 Januari 2026 20:29
Sekda Sulsel Buka Musyawarah dan Rapat Umum Anggota IKABA Sulsel 2026
Pedomanrakyat.com, Maros – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, membuka secara resmi Musyawarah dan Rapat Umum Anggota Ika...