Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota Komisi B DPRD Sulawesi Selatan, Andi Insan P. Tanri, menyoroti keberadaan Rest Area Datae, Jalan Poros Parepare-Sidrap, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Menurut legislator NasDem Sulsel ini, hingga saat rest area Datae Sidrap, ini belum memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulsel.
Hal ini tersebut diketahui dalam rapat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Sulsel akhir tahun anggaran 2024 antara Komisi B DPRD Sulsel dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sulsel di ruang rapat komisi, pada Selasa (8/4/2025).
Baca Juga :
Andi Insan P. Tanri menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi rest area tersebut. “Tempatnya sangat bagus, namun persoalannya, tidak ada aktivitasnya,” ujarnya.
Legislator Fraksi NasDem Sulsel ini juga menyinggung alokasi anggaran yang cukup besar untuk pembangunan rest area tersebut.
“Kalau tidak salah, dari anggaran pertama sebesar Rp10 miliar pada tahun 2020, kemudian ditambah lagi anggaran sebesar Rp9 miliar pada tahun 2023,” bebernya.
Namun, kata legislator daerah pemilihan (Dapil) IX (Pinrang, Enrekang, dan Sidrap) ini, rest area Sidrap ini belum memberikan manfaat bagi PAD Sulsel.
“Yang kita pertanyakan ini, apa ada manfaatnya untuk PAD? Tempatnya bagus, sehingga kita minta kepada pemerintah, apa solusinya? Kan bisa saja ada komunikasi dengan masyarakat, pengusaha di Sidrap bisa dijadikan pengisi kuliner,” tanya Andi Insan P. Tanri.
“Ini kan rest area, persoalannya view-nya bagus, di area pegunungan, makanya kita pertanyakan, kendalanya apa,” sambungnya.
Legislator Dapil IX ini kemudian memberikan solusi alternatif untuk pengelolaan rest area. Salah satunya, jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tidak bisa mengelola, maka bisa dipihak ketigakan.
“Jadi di Sidrap banyak pengusaha kuliner. Ini akan sangat bagus (kalau dipihak ketigakan),” ungkapnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Ashari F Radjamilo mengatakan Rest Area ini baru berfungsi pada tahun 2023 dan sudah mengundang pihak kafe, bahkan sudah sempat buka namun hanya berjalan selama tiga bulan lalu tutup kembali.
“Padahal, fasilitas seperti listrik dan air sudah kami siapkan dengan sangat baik. Kami juga sudah menghubungi perusahaan otobus (PO) besar yang melewati jalur tersebut, namun kendalanya disebut karena kondisi jalan.” Tuturnya.

Komentar