Pedomanrakyat.com, Makassar – Suasana haru dan penuh solidaritas mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan, Jalan AP Pettarani, Jumat (1/5/2026).
Di tengah guyuran hujan deras, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi tetap berdiri menyambut dan menerima massa aksi dari Dewan Pimpinan Daerah KSPSI Sulsel.
Didampingi anggota DPRD Sulsel Mizar Roem (fraksi NasDem) dan Heriwawan (fraksi Demokrat), Rachmatika Dewi menunjukkan komitmen lembaga legislatif untuk hadir langsung mendengar suara buruh, meski dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Baca Juga :
- Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi “Cicu” Temui Massa Aksi May Day, Pastikan Aspirasi Ditindaklanjuti
- Dari Makassar untuk Indonesia, Reff Hadirkan Inovasi Sirup Lokal Premium untuk Industri Coffee Shop
- Komisi III DPRD Parepare Adukan Kelangkaan Gas Melon, Muhammad Sadar Siap Fasilitasi dengan Pihak Terkait
Dalam sambutannya, Andi Rachmatika Dewi menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh sekaligus mengapresiasi massa aksi yang menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.
“Kami siap menindaklanjuti tuntutan sesuai kewenangan DPRD dan akan meneruskan aspirasi yang menjadi ranah pemerintah pusat,” ujar Cicu, sapaan akrab Rachmatika Dewi.
Legislator fraksi NasDem Sulsel itu menegaskan, DPRD Sulsel terbuka terhadap dialog dan akan terus mengawal berbagai isu ketenagakerjaan agar mendapat perhatian serius.
Momen humanis terjadi saat perwakilan buruh perempuan menyerahkan bunga mawar berwarna pink kepada Rachmatika Dewi.
Gestur sederhana itu menjadi simbol harapan dan kepercayaan buruh kepada wakil rakyat, di tengah suasana hujan yang tak menyurutkan semangat aksi.
Aksi yang mengusung tema “Masyarakat untuk Keadilan” berlangsung aman, tertib, dan bermartabat dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari persoalan ekonomi hingga perlindungan hak-hak pekerja.
Jenderal Lapangan KSPSI Sulsel, Irham Tompo, dalam orasinya menyoroti tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, khususnya buruh.
“Inflasi kebutuhan pokok tidak sebanding dengan kenaikan upah. Daya beli rakyat terus melemah,” ungkap Irham.
Ia juga mengkritik gaya hidup mewah sejumlah pejabat di tengah kesulitan masyarakat, serta mendesak pemerintah untuk menghentikan pemborosan anggaran dan meningkatkan transparansi.

Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, didampingi anggota DPRD Sulsel Mizar Roem (fraksi NasDem) dan Heriwawan (fraksi Demokrat), terima massa aksi dalam momentum Hari Buruh.
Selain itu, massa aksi mendorong revisi regulasi ketenagakerjaan agar lebih berpihak kepada pekerja, termasuk penetapan upah minimum berbasis kebutuhan hidup layak dan pengawasan ketat terhadap perusahaan yang melanggar hak buruh.
Isu lain yang turut disuarakan adalah penyelesaian dana pensiun ratusan anggota serikat pekerja yang terdampak kepailitan perusahaan. KSPSI meminta DPRD Sulsel memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.

Komentar