Tak Mampu Lagi, Warga Kota Surabaya Kibarkan Bendera Putih Tanda Menyerah Hadapi PPKM Darurat

Nhico
Nhico

Jumat, 23 Juli 2021 17:54

Tak Mampu Lagi, Warga Kota Surabaya Kibarkan Bendera Putih Tanda Menyerah Hadapi PPKM Darurat

Pedoman Rakyat,Surabaya-Warga Kota Surabaya ramai-ramai mengibarkan bendera putih imbas dari perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli 2021.

Pemasangan bendera putih itu dijumpai di beberapa kantong perekonomian Kota Pahlawan. Para pelaku ekonomi itu mulai menyerah dengan kondisi pemberlakuan PPKM Darurat yang memaksa mereka harus menutup lapak.

Kondisi itu terlihat jelas di berbagai jalan legendaris pendulang rejeki di Surabaya seperti di Jalan Sasak, Jalan KH Mas Mansyur maupun di Bronggalan, Jumat (23/7/2021).

Penjual parfum di kawasan Ampel Surabaya, Bahtiar mengaku sudah tak ada lagi pemasukan dan finansial untuk bertahan hidup sudah tak lagi cukup. Situasi ini sangat berat baginya untuk menjalani masa sulit selama pandemi.

“Nggak ada lagi pemasukan, mau berdagang juga nggak bisa. Mau bertahan hidup dari mana kalau seperti ini,” katanya.

Kondisi yang sama juga disampaikan oleh para warga di Jalan Sasak. Dalam sebuah video yang tersebar di berbagai media sosial, mereka membentangkan bendera putih yang menandakan menyerah selama PPKM Darurat. Bendera putih dari bahan kain itu dipasang pada sebilah kayu dan sengaja dipasang oleh warga masyarakat sebagai bentuk pernyataan menyerah pada kondisi saat ini.

“Masyarakat di sekitar Ampel menyatakan menyerah dengan mengangkat bendera putih. Kondisi keuangan sudah tak mampu untuk menjalani PPKM Darurat ini,” katanya.

Sambil berjalan, pria itu menunjukan berbagai pertokoan yang tutup dan memasang bendera putih. Kondisi jalanan juga sepi serta aktifitas ekonomi tak lagi bergerak seperti biasanya. Beberapa penjual juga memilih untuk gulung tikar karena omzet menurun drastis.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memahami betul kondisi yang terjadi selama PPKM Darurat. Dia mengajak seluruh warga Kota Surabaya untuk tetap memperketat protokol kesehatan (prokes) di mana pun berada. Sebab, lonjakan penularan masih saja terjadi. Makanya, ketika selama seminggu ke depan ada penurunan kasus, Presiden akan melakukan relaksasi untuk menggerakkan roda perekonomian. Eri berharap betul kepada warga untuk bersama-sama menurunkan kasus Covid-19 itu.

“Saya berharap betul kepada warga Surabaya. Ayo dalam seminggu ini kita berjibaku supaya minggu depan ini bisa turun, sehingga bisa dilakukan relaksasi. Termasuk sektor ekonomi. Saya sudah sampaikan kepada jajaran pemkot untuk turun dan melakukan pengecekan terus menerus,” kata Eri.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional17 Juli 2026 08:55
KPK Nyatakan Laporan Amplop Menhut Raja Juli Selesai: Case Closed
Pedomanrakyat.com, Jakarta – KPK menyatakan persoalan amplop dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby yang dilaporkan Menteri Keh...
Daerah16 Juli 2026 23:20
Nurkanaah Hadir Menguatkan Korban Kebakaran di Baranti, Serahkan Santunan Penuh Kepedulian
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, mengunjungi sekaligus menyerahkan santunan kepada korban bencana...
Metro16 Juli 2026 22:20
Paket 2 MYP Sulsel Terus Dikebut, Ruas Panciro–Batas Makassar Hampir Rampung
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pekerjaan Paket 2 Program Multi Years Project (MYP) Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan. Hingga Juli...
Metro16 Juli 2026 21:21
Jelang TPA Residu Berlaku, DLH Makassar Genjot Edukasi, Data, dan Ekonomi Sirkular
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada mas...