Terapkan Digital Marketing PMT Kementan Permudah Akses Pangan di Tengah Pandemi

Nhico
Nhico

Jumat, 20 Agustus 2021 18:08

Terapkan Digital Marketing PMT Kementan Permudah Akses Pangan di Tengah Pandemi

Pedoman Rakyat, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Pasar Mitra Tani/Toko Tani Indonesia Center (PMT/TTIC) Badan Ketahanan Pangan (BKP) gencar melakukan pemasaran bahan pangan pokok dan strategis melalui kerja sama dengan jasa pengantaran online. Ini dilakukan agar masyarakat mendapat akses pangan yang terjangkau tanpa harus keluar rumah akibat pembatasan mobilitas.

Pemasaran online PMT semakin kuat seiring dengan peluncuran aplikasi belanja daring “PasTani” yang berbasis android pada Desember 2020 lalu. PMT/TTIC baik yang ada di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, serta Toko Mitra Tani/Toko Tani Indonesia (TMT/TTI) berperan sebagai penyedia dan pendistribusian bahan pangan secara online untuk membantu masyarakat mengakses bahan pangan dari rumah melalui outlet-outlet PMT/TTIC/TMT/TTI yang sudah on boarding. Hingga saat ini, aplikasi PasTani baik yang diakses melalui android maupun website sudah dapat digunakan untuk berbelanja di PMT/TTIC di 33 provinsi.

Sponsored by ADVERTNATIVE

Upaya tersebut merupakan implementasi arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang kerap disampaikan dalam berbagai kesempatan yang menekankan agar ketahanan pangan jangan sampai bersoal. Stabilitas pasokan dan harga pangan betul-betul dijaga, distribusi pangan dipastikan tidak mengalami kendala, terutama bagi komoditas pangan pokok yang dipantau pemerintah yaitu beras, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit merah, minyak goreng, gula pasir, daging sapi, daging ayam ras dan telur ayam ras.

Seperti diketahui, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dan kebijakan untuk menekan angka infeksi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini melalui pembatasan mobilitas masyarakat seperti pemberlakuan, PSBB, PPKM darurat hingga PPKM level 1 – 4. Pembatasan tersebut sedikit banyaknya berdampak pada aksesibilitas pangan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, aplikasi belanja daring PasTani yang terus melakukan inovasi dan pengembangan adalah jawaban kebutuhan dan respon masyarakat. Saat ini aplikasi PasTani bisa diakses masyarakat melalui website dengan alamat https://pastani.id. Website PasTani penting untuk memperluas ragam pilihan konsumen. Hanya dengan mengakses internet, masukkan alamat website, masyarakat sudah bisa berbelanja di PMT.

Seiring dengan hadirnya layanan website pastani.id ini, PMT yang sebelumnya sudah menggandeng jasa pengantaran bahan pangan seperti GoSend dan GrabExpress semakin memperluas jangkauannya dengan menggandeng Biteship, yaitu jasa pengantaran barang ke konsumen antara lain melalui Mr. Speedy dan Lalamove.

Begitu juga dengan pilihan metode pembayaran yang awalnya hanya melalui virtual account Bank Mandiri dan BRI, saat ini sudah menggandeng Flip, yaitu jasa pembayaran transfer antarperbankan yang bebas biaya. Hal ini tentunya akan menambah kemudahan dan kenyamanan masyarakat berbelanja di PMT.

Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan BKP, Risfaheri saat dimintai keterangan pada Jumat (20/08/2021) menyampaikan bahwa aplikasi daring PasTani merupakan aplikasi belanja online milik Kementerian Pertanian yang dibangun sebagai salah satu terobosan pemasaran digital untuk memudahkan masyarakat dalam berbelanja berbagai bahan pangan dengan harga terjangkau dan berkualitas di PMT/TTIC secara online.

“PasTani diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk berbelanja berbagai kebutuhan bahan pangan terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Saat ini kami juga sedang mengembangkan PasTani untuk transaksi online belanja skala besar atau grosir lansung dari produsen (gapoktan)/distributor pertama untuk para pedangan, sehingga pedagang di pasar mendapatkan komoditas pangan langsung dari tangan pertama. Ini akan memangkas rantai pasok, dan diharapkan dapat menurunkan harga di tingkat konsumen, ujar Risfaheri.

Selama masa PPKM Darurat maupun PPKM Level 1-4, PasTani telah memfasilitasi pembelian bahan pangan di PMT/TTIC baik di pusat dan daerah dengan gratis ongkos kirim (free ongkir) untuk pembelanjaan secara online. Program free ongkir ini diberikan untuk pembelanjaan yang dilakukan melalui aplikasi PasTani, Gofood dan/atau Grabmart. Subsidi free ongkir maksimal 35 ribu untuk sekali transaksi minimal 50 ribu rupiah.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional21 September 2021 16:51
Siap-siap, Penangkapan Ikan di Laut Akan Dibatasi lewat Sistem Kuota, Berlaku 2022
Pedoman Rakyat, Jakarta – Pemerintah akan membatasi penangkapan ikan di laut mulai 2022. Nantinya penangkapan ikan akan dibatasi menggunakan sis...
Nasional21 September 2021 16:10
Bela Warga, Brigjen Junior Kirim Surat Terbuka ke Kapolri hingga Panglima TNI, Isinya Mengejutkan
Pedoman Rakyat, Makassar – Irdam XIII/Merdeka Brigadir Jenderal Junior Tumilaar secara mengejutkan mengirimkan surat terbuka kepada Panglima TNI...
Ekonomi21 September 2021 15:43
Pasca Dihantam Gelombang Kedua Covid-19, Begini Kondisi Ekonomi Terkini RI
Pedoman Rakyat, Jakarta – Diperkirakan hingga akhir tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia 3,5-4,3%. “Ekonomi Indonesia diperkirakan te...
Nasional21 September 2021 15:43
Anies Baswedan Berulang Kali Acungkan Jempol Saat Dipanggil KPK Terkait Kasus Lahan
Pedoman Rakyat, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). pada Selasa (21/9/2021). An...