Terjerat Pinjol Ilegal, Masyarakat Sampaikan 10 Aspirasi ke Anggota DPR

Nhico
Nhico

Minggu, 17 Oktober 2021 07:17

Terjerat Pinjol Ilegal, Masyarakat Sampaikan 10 Aspirasi ke Anggota DPR

Pedoman Rakyat, Jakarta –Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengemukakan 10 aspirasi yang diterima dari masyarakat terkait jeratan pinjaman online atau Pinjol ilegal. 10 aspirasi itu merupakan masalah mendasar.

“Jadi ini aspirasi kami terima dan kami sampaikan ke OJK. Beberapa masalah yang sangat mendasar kemudian bisa menimbulkan keresahan sosial,” ujar dia dalam diskusi Polemik Trijaya secara virtual, Sabtu (16/10/2021).

Menurutnya, pinjol ilegal lahir dari masalah Indonesia yang masih dihadapkan dengan kemiskinan. Dari situ, masyarakat mengambil jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan dasar dengan meminjam di aplikasi pinjol.

Berikur 10 aspirasi yang diterima Komisi XI DPR:

1. Belum jatuh tempo sudah ditagih

2. Proses peminjaman tidak transparan

3. Tidak ada konfirmasi kenaikan biaya pelunasan

4. Menyadap ponsel dan mengambil data pribadi

5. Menyebarkan SMS ke daftar kontak nasabah

6. Kemudian pengajuan pinjol ditolak tapi nomer diambil alih.

7.Suku bunga tak sesuai perjanjian awal

8. Cara penagihan melewati batas kemanusiaan

9. Sering kali sistem eror mengakibatkan tagihan berganda

10. Teror SMS dari debt collector baik ke peminjam atau ke seluruh kontak yang ada di peminjam turut dilakukan

Menurut dia, jika struktur ekonomi masih mengandalkan bantuan sosial yang ada dengan tidak dibarengi upgrade usaha UMKM, bentuk dari pinjol ini akan ada lagi.

“Kalau kita tidak upgrade, usaha mikro menjadi usaha formal dan sustain, saya yakin dan percaya kalau bentuknya beda, dulu rentenir, koperasi, sekarang ada namanya pinjol. Next apalagi karena fundamentalnya tidak kita sentuh,” katanya.

Maka itu, Kamrussamad tak hentinya mengingatkan kepada pemerintah bahwa sungguh-sungguh untuk memprioritaskan penciptaan lapangan kerja supaya ekonomi masyarakat tumbuh dengan baik.

“Caranya gimana? Prioritaskan pembangunan yang memang memungkinkan dirasakan masyarakat dengan jangka menengah, bukan pemindahan ibu kota negara,” pungkas Kamrussamad.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro01 Juni 2026 20:30
Tinjau Lokasi Kebakaran, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk RSUD Syekh Yusuf
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk mendukung pemuliha...
Metro01 Juni 2026 19:28
Munafri Arifuddin Hadiri Syukuran HUT Kodam XIV/Hasanuddin, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri acara Syukuran Dirgahayu ke-69 Komando Daerah Militer (Kodam) XI...
Metro01 Juni 2026 18:29
Hadiri Sannipata Waisak 2026, Andi Sudirman Apresiasi Kontribusi Permabudhi dalam Pembangunan Daerah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Sannipata Waisak 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan ...
Metro01 Juni 2026 17:34
Legislator NasDem sebut Pancasila Hidup Lewat Budaya, Generasi Muda Jangan Kehilangan Jati Diri
Pedomanrakyat.com, Makassar – Momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dimaknai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Mahmud, sebagai penging...