Tipis Peluang Menangnya, Lawan Danny di Pilwalkot kembali Gunakan Cara Lama

Editor
Editor

Rabu, 14 Oktober 2020 09:05

Tipis Peluang Menangnya, Lawan Danny di Pilwalkot kembali Gunakan Cara Lama

Pedoman Rakyat, Makassar – Satu hari terakhir paslon nomor urut 1 (satu) Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi, diterpa isu tak sedap. Wacana pasangan berakronim ‘Adama’ akan didiskualifikasi terus dihembuskan oleh rivalnya pada Pilwalkot Desember tahun ini.

Isu tersebut terus dikembangkan, menyusul paslon yang diidentik warna orange ini sudah mengungguli tiga rivalnya jelang pencoblosan 9 Desember mendatang. Berdasar survei terakhir dari CRC.

Memang benar, paslon Danny-Fatma diduga melakukan pelanggaran politik uang. Sekarang sudah memasuki tahap penyidikan di Polrestabes Makassar, Selasa (13/10/2020). Diketahui, kasus ini dilaporkan oleh Tim Hukum paslon nomor urut 2, Munafri Arifuddin – Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman), yang dipimpin pengacara senior Yusuf Gunco (Yugo).

Paslon Danny-Fatma melalui Tim Hukumnya melihat ada upaya penggirangan opini terlalu jauh sekaitan dengan perkara tersebut.

“Kami pahamlah karena peluang menangnya sudah tipis. Sehingga kembali gunakan cara lama,” kata salah seorang Tim Hukum Danny-Fatma, Iham Harjuna, sekaligus Ketua BAHU NasDem Sulsel, Rabu (14/10/2020).

Sekadar diingat, jika dikerucutkan perseteruan Danny Pomanto dengan Munafri Arifuddin (Appi), Pilwalkot Makassar 2020 ini adalah kali kedua berhadapan.

Saat Pilwalkot 2018 lalu Appi melalui tim hukumnya juga menggugat Danny sebagai petahana. Alhasil, Danny dinyatakan harus didiskualifikasi berdasar putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN).

“Kesimpulan hemat saya, calon yang bersangkutan masih sama ketakutannya hadapi Pak Danny.,” jelas Ilham Harjuna didampingi rekannya, Muh Habibi Masdin.

Soal dugaan pelanggaran yang sedang berproses, pihaknya tetap mengapresiasi. “Jadi proses ini masih sidik,” tambahnya.

Pihaknya sangat yakin jika jagoannya ini sama sekali tidak terkait seperti yang dilaporkan. “Dan berdasarkan hasil investigasi kami, pembagian beras seperti yang dituduhkan murni adalah bantuan tim gugus covid-19,” sambungnya.

“Jadi kita tunggu saja hasil kerja cepat dari pihak Gakumdu atau kepolisian. Jadi bagi kandidat lain, santai saja. Mari kita adu gagasan dan program,” tutupnya. (zeg)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah13 Agustus 2026 22:27
Gerak Jalan HUT RI di Pinrang: Pelajar Tunjukkan Kreativitas, Disiplin dan Kekompakan
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Lomba gerak jalan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang selalu dinantikan masyarakat dalam memeriahkan Hari Ul...
Metro13 Agustus 2026 21:31
Aliyah Mustika Ilham: Merdeka Digital Jadi Kunci UMKM Makassar Naik Kelas
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, membuka secara resmi kegiatan Create Smarter with AI Batch III yan...
Daerah13 Agustus 2026 20:25
Bupati Syaharuddin Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih, Distribusi Hasil Tani Makin Efisien
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), m...
Nasional13 Agustus 2026 19:30
Apresiasi Teladan Tapak dan Inovator Muda, Kemenhut Gelar Anugerah Wana Lestari 2026
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja J...