Tito Lapor Prabowo soal Ragam Modus Penggelembungan Anggaran di Pemda

Nhico
Nhico

Jumat, 29 Agustus 2025 16:33

Tito Lapor Prabowo soal Ragam Modus Penggelembungan Anggaran di Pemda.
Tito Lapor Prabowo soal Ragam Modus Penggelembungan Anggaran di Pemda.

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa praktik mark-up atau penggelembungan anggaran masih terjadi di tingkat pemerintah daerah (pemda).

Temuan ini muncul saat Kementerian Dalam Negeri melakukan evaluasi anggaran untuk mendorong pemerintah daerah menerapkan kebijakan efisiensi.

Menurut Tito, banyak pos belanja tidak penting di daerah yang menghabiskan anggaran besar. Dia mencontohkan, kegiatan rapat dan perjalanan dinas yang terlalu sering hingga kebutuhan konsumsi yang mencapai miliaran rupiah.

“Rapat yang sebetulnya cukup dua kali dibuat 20 kali, makanan minuman sampai bermiliar-miliar. sepertinya banyak daerah yang seharusnya Rp 100 juta cukup tapi dibuat bermiliar-miliar, perawatan gedung, yang mohon maaf di-markup,” kata Tito saat memberikan sambutan Pembukaan APKASI Expo di ICE BSD Tangerang pada Kamis (28/8).

Kebijakan efisiensi anggaran merupakan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 22 Januari lalu.

Keputusan tersebut ditindaklanjuti oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 56 Tahun 2025 dan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 900/883/SJ yang ditandatangani oleh Tito pada 23 Februari.

Kapolri 2016-2019 ini menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran di daerah bisa mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia mencontohkan perampingan anggaran di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan yang dapat menghemat Rp 462 miliar. Dana hasil efisiensi itu dialihkan ke pembangunan infrastruktur irigasi untuk mendukung program swasembada pangan pemerintah pusat.

“Pak Bursah (Bupati Lahat) membuatnya irigasi untuk swasembada pangan yang menjadi program unggulan bapak presiden. Sebenarnya daerah-daerah banyak melakukan, itu salah satu contoh,” ujat Tito.

Pada forum serupa, Presiden Prabowo meminta para kepala daerah agar tidak mengartikan efisiensi anggaran dengan pemotongan dana transfer daerah.

Prabowo menjelaskan, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat akan dialokasikan kembali ke kabupaten dalam bentuk program seperti revitalisasi sekolah hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Efisiensi jangan diartikan potong transfer daerah. Contohnya MBG, adanya di desa dan kabupaten. Yang kami turunkan ke daerah Rp 171 triliun tahun ini, akan masuk ke desa-desa,” kata Prabowo.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah10 Februari 2026 23:22
Selle KS Dalle Dinilai Punya Modal Kultural, Dinilai Mampu Meredam Konflik Elit Soppeng
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sosok Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle dinilai memiliki posisi strategis dalam dinamika di lingkup pemerintahan...
Metro10 Februari 2026 22:32
Aliyah Mustika Ilham Ajak Muballigh Menjadi Penyejuk di Tengah Tantangan Zaman
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Muballigh Kota Makassar T...
Daerah10 Februari 2026 21:24
Kajati Sulsel Resmikan Aula Kejari Sidrap, Sekaligus Serahkan Gudang untuk Dukung Lumbung Pangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri S...
Metro10 Februari 2026 20:29
Akademisi dan Budayawan Bedah Dinamika Politik–Budaya Soppeng di Era Kontemporer
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dialog publik bertajuk “Membaca Soppeng Kontemporer: Sebuah Refleksi Publik” berlangsung di Kantor Tribun Timu...