Trump Gugat Hasil Pilpres AS, Ditemukan Ada 21 Ribu Sudah Meninggal Nyoblos

Editor
Editor

Senin, 09 November 2020 06:42

Trump Gugat Hasil Pilpres AS, Ditemukan Ada 21 Ribu Sudah Meninggal Nyoblos

Pedoman Rakyat, AS – Hasil Pilpres Amerika Serikat (AS) memenangkan Joe Biden. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump beserta tim kampanye menegaskan menempuh jalur hukum untuk menolak hasil pilpres yang memenangkan Joe Biden.

Pejabat kampanye Trump menuduh bahwa lebih dari 21.000 suara yang terdaftar adalah orang yang sudah meninggal dunia, artinya tidak sah. Itulah salah satu dasar gugatan Trump.

Trump dan timnya menuduh terjadi kecurangan di Pennsylvania dan negara bagian lain yang memenangkan perolehan suara Biden. Meski demikian klaim tersebut dilontarkan tanpa bukti.

Pejabat senior, pembantu kampanye, dan sekutu Trump mengatakan kepada Associated Press bahwa bukti atas klaim tersebut bukan inti permasalahan.p

Mereka menganggap strategi untuk melakukan perlawanan lewat jalur hukum terhadap suara yang telah memenangkan Biden di Pennsylvania dan negara bagian lain adalah yang terbaik.

Namun beberapa dari mereka memiliki keraguan mendalam tentang upaya Trump pada pemungutan suara kali ini.

Di sisi lain mereka mengatakan Trump dan kelompok inti loyalisnya ingin mempertahankan basis pendukung sekalipun sudah kalah dalam pilpres kali ini.

Beberapa saat setelah Associated Press Sabtu (7/11) mengumumkan kemenangan untuk Biden di Pennsylvania, Pengacara Trump, Rudy Giuliani menuding pemantau surat suara dari pihaknya tidak mendapat izin untuk memeriksa surat suara.

“Kami tidak tahu cara mengetahuinya, karena hak kami untuk memeriksa surat suara telah dicabut,” katanya.

Pemantau pemilu partisan ditunjuk oleh partai politik atau kampanye untuk melaporkan segala kejanggalan yang mereka temui.

Mereka bukan petugas pemungutan suara yang benar-benar menghitung surat suara, tugasnya hanya menyaksikan keabsahan suara.

Memantau tempat pemungutan suara dan kantor pemilihan diperbolehkan di sebagian besar negara bagian, tetapi aturannya bervariasi dan ada batasan tertentu untuk menghindari pelecehan atau intimidasi.

Hakim federal yang menangani kasus itu, John Jones meragukan klaim tersebut.

Dia mengatakan, Yayasan Hukum Kepentingan Umum yang mengajukan gugatan telah meminta pengadilan untuk menerima bahwa ada orang meninggal dalam daftar pemilih.

Di sisi lain, semua pejabat pemilu baik dari Demokrat maupun Republik di negara bagian Arizona, Georgia, Michigan, Pennsylvania, dan Nevada mengatakan tidak melihat penyimpangan pemungutan suara. (zeg)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro20 Mei 2025 19:33
Target Juni, 100% Akta Koperasi Merah Putih Sulsel Rampung, Proses Pengesahan Kini Hanya 7 Menit
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan terus bergerak cepa...
Metro20 Mei 2025 19:15
Waka DPRD Gowa Tyna Haji Ti’no Daeng Mawangi Serap Sejumlah Aspirasi Warga Saat Reses di Mata Allo
Pedomanrakyat.com, Gowa – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Tyna Haji Ti’no Daeng Mawangi, menggelar reses dan temu konsitiuen, di Keluraha...
Daerah20 Mei 2025 18:48
Alhamdulillah! Bupati Paris Yasir Tegaskan TPP ASN Jeneponto Cair Jelang Hari Raya Idul Adha
Pedomanrakyat.com, Jeneponto – Kabar gembira bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jeneponto. Pemerintah Kabupaten Jeneponto seg...
Daerah20 Mei 2025 18:28
Pemkab Pinrang Tegaskan Komitmen Dukung Peningkatan Gizi Anak Lewat Program MBG
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Bupati Pinrang, H.A. Irwan Hamid, S.Sos., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, A. Calo Kerrang, mengikut...