WFH dan PJJ: Berpotensi Penyakit Jantung

Editor
Editor

Selasa, 15 Desember 2020 19:18

Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Fashya Amanda Balqis Rachardy
Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Fashya Amanda Balqis Rachardy

Oleh: Fashya Amanda Balqis Rachardy

(Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia)


Pedoman Rakyat –
Pandemi COVID-19 telah mendominasi seluruh dunia. Penyakit yang disebabkan oleh Coronavirus ini telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai pandemi sejak Rabu, 11 Maret 2020(1).

Menurut data WHO hingga bulan Desember, kasus COVID-19 semakin meningkat secara global(2). Indonesia sendiri menempati posisi tertinggi kedua di wilayah Asia Tenggara dengan kasus yang terus meningkat pula setiap harinya(3).

Salah satu penyebab terus meningkatnya kasus COVID-19 karena penularan Coronavirus yang sangat cepat. Virus ini dapat disebarkan melalui air liur, udara, serta permukaan benda yang terpajan droplet(4).

Segala upaya pemerintah lakukan untuk mengurangi penyebaran COVID-19 di Indonesia salah satunya yaitu melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diatur pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020.

Dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar, pemerintah menetapkan kebijakan untuk warga Indonesia senantiasa membatasi aktivitasnya di luar rumah dengan cara bekerja dan belajar secara e-learning di rumah atau yang biasa kita sebut dengan Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).(5)

Memang, bekerja dan belajar di rumah dapat terhindar dari COVID-19 tetapi bukan berarti bekerja dan belajar di rumah dapat terhindar dari masalah kesehatan lainnya. Masalah kesehatan yang dapat timbul karena WFH dan PJJ salah satunya adalah penyakit jantung.

Penyakit jantung sendiri menurut Kementerian Kesehatan RI merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian ke-2 terbanyak di Indonesia(6) yang diidentifikasi sebagai kondisi tersumbatnya pembuluh darah untuk menyuplai makanan ke otot jantung(7).

Gejala yang perlu diwaspadai perihal penyakit jantung ini adalah jantung berdebar, berkeringat dingin, rasa mual, nyeri dada sebelah kiri, dan sakit kepala(8).

Adapun faktor risiko penyakit jantung yang tidak dapat diubah yaitu faktor usia dan faktor keturunan dimana risiko terkena penyakit jantung meningkat seiring bertambahnya umur serta meningkat pula bila terdapat keluarga inti yang mengidap penyakit jantung(9). Selain itu, terdapat faktor risiko penyakit jantung yang dapat timbul akibat WFH dan PJJ yaitu:

Stres

Salah satu jurnal Buletin Psikologi mengatakan bahwa perubahan kebiasaan dalam waktu singkat atau sama halnya dengan perubahan kebiasaan bekerja dan belajar secara offline menjadi online dalam transisi waktu yang sangat singkat dapat menjadi sumber dari stres(10). Selain itu, stres selama WFH dan PJJ dapat dipicu dari ketidakmampuan beradaptasi dengan teknologi seperti komputer, internet, dan handphone serta penggunaan teknologi secara terus menerus. Hal ini dapat disebut dengan technostress(11). Stres sendiri dapat menimbulkan penyakit jantung karena mengeluarkan hormon kortisol dan norepinephrine yang dapat mengakibatkan kakunya pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah(9).

Pola makan yang salah

Hasil penelitian mengenai gambaran kebiasaan makan masyarakat pada masa pandemi COVID-19 menyatakan bahwa terdapat perubahan pola makan saat pandemi COVID-19 yaitu meningkatnya variasi makanan dan jadwal makan yang lebih teratur. Perubahan pola makan saat di rumah berdampak pada peningkatan berat badan(12). Hal ini perlu diwaspadai karena peningkatan berat badan sampai kategori obesitas dapat meningkatkan tekanan darah tinggi sehingga berpotensi penyakit jantung(9).

Kurang aktivitas fisik

Saat bekerja dan belajar secara offline, secara tidak langsung tubuh telah melakukan aktivitas fisik berupa berjalan kaki setiap hari menuju kantor maupun sekolah. Namun saat WFH dan PJJ, tubuh dituntut untuk menghabiskan seperempat hari atau sembilan jam hanya duduk dan memperhatikan komputer.

Ditambah lagi jika tidak menyempatkan waktu untuk berolahraga. Padahal kurangnya aktivitas fisik atau olahraga berpengaruh pada naiknya tekanan darah, mempersempit pembuluh darah, dan mengurangi efisiensi kerja jantung yang dapat berujung pada penyakit jantung(9)(13).

Faktor risko WFH dan PJJ yang dapat berpotensi menimbulkan penyakit jantung dapat dicegah dengan olahraga dan pola makan yang baik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan melakukan olahraga minimal selama 150 menit per minggu dengan komposisi 30 menit per hari selama 5 kali seminggu atau 3 kali sehari selama 10 menit selama seminggu(14).

Manfaat berolahraga yaitu untuk mengendalikan hormon katekolamin agar terhindar dari stres, mengendalikan berat badan agar terhindar dari obesitas, mengendalikan tekanan darah, mencegah diabetes mellitus, mengendalikan kadar kolesterol, dan meningkatkan imunitas tubuh(15)(16). Olahraga tetap dapat dilakukan saat pandemi ini contohnya seperti push up, sit up, dan turun naik tangga.

Hal penting lainnya yang perlu dilakukan untuk terhindar dari penyakit jantung adalah pola makan sehat. Menurut keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 854/MENKES/SK/IX/2009, pola makan sehat yaitu pola makan yang mengikuti Pedoman Umum Gizi Seimbang meliputi mengkonsumsi makanan yang bervariasi agar sumber zat pengatur, zat pembangun, dan zat tenaga didalam tubuh tercukupi namun tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh, membatasi makanan yang mengandung banyak lemak, mengkonsumsi makanan tinggi kalium dan rendah garam, hindari minum alkohol, serta hindari merokok(13). (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah21 Mei 2024 00:58
Kembalikan Formulir Pendaftaran ke PPP, Pasangan Yusuf Ritangnga-Andi Tenri Liwang Mantap Maju Pilkada Enrekang
Pedomanrakyat.com, Enrekang — Pasangan Yusuf Ritangnga-Andi Tenri Liwang bidik PPP di Pilkada Enrekang. Kedua tokoh ini menjadi yang pertama memprok...
Politik21 Mei 2024 00:15
Hasil Pleno NasDem: Tetapkan Pasangan Yusuf Ritangnga-Andi Tenri Liwang di Pilkada Enrekang
Pedomanrakyat.com, Enrekang – Partai NasDem Telah menetapkan pasangan Yusuf Ritangnga dan Andi Tenri Liwang La Tinro sebagai pasangan Calon Bupa...
Politik21 Mei 2024 00:08
NasDem Sepakat Usung Arham Basmin-Rahmat ‘Kapten’ di Pilkada Luwu 2024: Kader Terbaik Partai!
Pedomanrakyat.com, Luwu – DPD Partai NasDem Kabupaten Luwu menggelar rapat pleno penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu yang akan diusung ...
International20 Mei 2024 23:01
Kasus Covid Singapura Menggila, Ini Varian yang Harus Diwaspadai
Pedomanrakyat.com, Singapura – Singapura kembali dilanda gelombang baru Covid-19. Otoritas terkait telah mencatat lebih dari 25.900 kasus pada awal ...