Zaskia Adya Mecca Kritik Toa Masjid Dipakai Bangunkan Warga Sahur, Pemerintah Sampai Turun Tangan

Jennaroka
Jennaroka

Selasa, 27 April 2021 23:42

Zaskia Adya Mecca (foto: twitter)
Zaskia Adya Mecca (foto: twitter)

Pedoman Rakyat, Jakarta – Artis Zaskia Adya Mecca mengkritik cara orang membangunkan sahur menggunakan Toa masjid yang dia nilai kurang baik. Seharusnya menurut dia, membangunkan sahur lewat Toa masjid bisa disampaikan dengan penyampaian yang lebih baik.

Pemerintah melalui Kementerian Agama menanggapi polemik ini. Sebelumnya, dalam video yang diunggah di Instagram seperti dilihat Jumat (23/4/2021), Zaskia Adya Mecca bertanya-tanya model membangunkan sahur dengan berteriak ‘sahurrrya’ memakai Toa masjid. Dia bingung kalau cara itu disebut tengah jadi hits alias tren.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama Moh. Agus Salim mengatakan, tradisi membangunkan sahur harus disampaikan dengan cara-cara yang santun, baik, dan sopan, agar keutamaan dan keberkahan tetap terjaga.

“Membangunkan sahur itu adalah perbuatan baik, tapi juga perlu dilakukan dengan cara yang santun dan baik untuk menambah kualitas kebaikan itu sendiri,” ujar Moh Agus Salim, seperti dilansir kemenag.go.id.

Karenanya, saat membangunkan sahur, perlu juga memperhatikan hak kepentingan pribadi orang lain. Jangan sampai mengganggu hak-hak orang lain. Misalnya orang yang sedang sakit, punya bayi atau anak kecil, atau pun warga non muslim.

Hal ini menurut Agus Salim, sejalan dengan semangat moderasi beragama yang dalam beberapa tahun terakhir didengungkan Kemenag. “Bahkan dalam diskursus moderasi agama tentu saja tidak hanya milik tradisi Islam, tapi juga untuk agama lainnya, ” tutur Agus.

“Dengan kemajemukan dan multikultur masyarakat Indonesia, maka pentingnya implementasi moderasi beragama di tengah kemajemukan masyarakat untuk merawat harmoni antar agama dan tradisi kebudayaan masyarakat setempat,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Subdirektorat Kemasjidan Fakhry Affan mengungkapkan, sejak tahun 1978 Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama telah mengeluarkan tuntunan penggunaan pengeras suara. Intruksi tersebut tertuang dalam KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Musalla.

“Takmir masjid juga harus tegas mengatur penggunaan alat pengeras suara atau Toa masjid, misalnya untuk membangunkan sahur pada pukul 02.30 – 03.00 dan 03.30, durasi penggunaannya cukup satu menit, dengan suara yang baik dan cara yang baik,” ujarnya

Menurut Fakhry, disinilah pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin di tengah kompleksitas kehidupan keagamaan baik masyarakat perdesaan maupun perkotaan, sebagai jalan moderat yang diejawantahkan dalam Pancasila sebagai nilai-nilai moral publik.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro15 Mei 2021 21:05
AGH Sanusi Baco Meninggal Dunia, PBNU Rasakan Duka Mendalam
AGH Sanusi Baco Meninggal Dunia, PBNU Rasakan Duka Mendalam...
Metro15 Mei 2021 20:29
Ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco Meninggal Dunia
Pedoman Rakyat, Makassar – Sulsel berduka. Anreguruta AGH Sanusi Baco meninggal dunia. Sanusi Baco meninggal dunia tepat pada pukul 19.57 WITA. ...
Hukum/Kriminal15 Mei 2021 18:09
“Tolong ka” Kata Terakhir Bocah 11 Tahun yang Tewas Tenggelam di Danau GTC Makassar
bocah 11 tahun yang tewas tenggelam di danau samping GTC Makassar sempat teriak minta tolong...
Nasional15 Mei 2021 17:37
Membeludak Dikunjungi 39 Ribu Orang, Wisata Ancol Ditutup Hari Ini
Membeludak Dikunjungi 39 Ribu Orang, Wisata Ancol Ditutup Hari Ini...