Pedomanrakyat.com, Pangkep — Sebanyak 256 peserta mengikuti Open Tournament Domino ORADO (101) Piala Panglima TNI yang digelar Kodim 1421/Pangkep bersama Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Pangkep.
Turnamen dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI tersebut berlangsung selama dua hari, 26-27 September 2026, di Kantor Kodim 1421/Pangkep.
Dandim 1421/Pangkep Letkol Czi Bhakti Yuhandika mengatakan, turnamen digelar serentak di 101 lokasi di Indonesia bekerja sama dengan pengurus ORADO di masing-masing daerah.
Baca Juga :
Menurutnya, domino kini diarahkan untuk dikembangkan sebagai cabang olahraga yang dapat dipertandingkan pada berbagai ajang nasional hingga internasional.
“Ini olahraga baru. Cabang olahraga ini akan terus dikembangkan dan nantinya diharapkan bisa dipertandingkan di PON maupun SEA Games,” ujarnya.
Selain memperkenalkan ORADO kepada masyarakat, turnamen tersebut menjadi wadah untuk menjaring bibit atlet domino dari Kabupaten Pangkep.
Bhakti mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Dari target awal 64 pasang peserta, panitia menerima pendaftaran sebanyak 128 pasang atau 256 peserta.
“Saya lihat antusiasme masyarakat Pangkep sangat luar biasa sekali,” katanya.
Ia berharap turnamen serupa dapat digelar secara rutin. Bhakti juga mendorong penyediaan fasilitas permainan di tempat umum agar masyarakat semakin mengenal aturan dan permainan ORADO.
Ketua ORADO Pangkep Abdul Rauf mengatakan olahraga domino kini mulai diarahkan untuk dipertandingkan dalam berbagai ajang olahraga.
“Ini olahraga domino naik kelas. Sudah dipertandingkan nanti di Porprov, sampai tingkat SEA Games. Insyaallah mudah-mudahan di Piala Panglima ini bisa melahirkan atlet-atlet dari Pangkep,” katanya.
Ia menambahkan, peserta yang memiliki potensi akan mendapatkan pembinaan bersama Kodim 1421/Pangkep untuk dikembangkan menjadi atlet ORADO.
Salah satu peserta, Ihsan, mengaku tertarik mengikuti turnamen karena memiliki hobi bermain domino. Ia berharap dapat semakin mendalami ORADO dan mengikuti turnamen serupa pada kesempatan berikutnya.

Komentar