Abdul Rahman Soroti Aset Terbengkalai saat Pengawasan APBD, Minta Pemprov Lebih Responsif

Muh Saddam
Muh Saddam

Rabu, 29 April 2026 20:50

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, Abdul Rahman.
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, Abdul Rahman.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, Abdul Rahman, menyoroti sejumlah aset milik pemerintah provinsi yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal di Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng.

Sorotan tersebut disampaikannya usai melaksanakan pengawasan APBD Sulsel di dua wilayah itu pada 22–28 April 2026. Dalam kunjungan lapangan tersebut, Abdul Rahman memastikan langsung kondisi aset yang telah dibangun menggunakan anggaran daerah.

“Harapannya, setiap aset yang dibangun bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan justru terbengkalai,” kata Rahman..

Salah satu temuan utama adalah rest area di Kabupaten Jeneponto yang hingga kini belum difungsikan secara maksimal. Ia mendorong pemerintah provinsi segera menuntaskan pembangunan agar tidak menjadi proyek mangkrak.

Selain itu, Abdul Rahman juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Jeneponto yang belum dikerjakan, meskipun proyeknya telah memiliki pemenang tender. Kerusakan jalan bahkan sempat viral setelah warga menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes.

“Setelah kami sampaikan ke dinas terkait dan pihak rekanan, ada komitmen untuk segera memulai pekerjaan dengan menurunkan alat berat,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kebutuhan masyarakat di Jeneponto dan Bantaeng cukup beragam, mengingat kondisi geografis wilayah yang terdiri dari pesisir, daratan, hingga pegunungan.

Di sektor pertanian, masyarakat membutuhkan dukungan alat serta pembangunan jalan tani untuk memperlancar distribusi hasil panen. Sementara di wilayah pesisir, nelayan dan petani rumput laut membutuhkan perhatian pada fasilitas perikanan.

Abdul Rahman juga menyoroti kondisi Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Kabupaten Bantaeng yang dinilai tidak terurus. Sejumlah fasilitas di lokasi tersebut mengalami kerusakan, mulai dari bangunan hingga sarana pendukung lainnya.

“Kondisinya cukup memprihatinkan, padahal ini lokasi strategis dan berpotensi besar untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” kata mantan Ketua DPRD Bantaeng itu.

Ia menambahkan, PPI Bantaeng memiliki peluang besar menjadi pusat pelelangan ikan sekaligus sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena kerap disinggahi kapal nelayan dari berbagai daerah, termasuk Kepulauan Selayar.

Karena itu, ia mendorong pemerintah provinsi untuk lebih serius memperhatikan perbaikan fasilitas perikanan dan pelabuhan agar aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dapat berjalan optimal.

“Kalau dikelola dengan baik, ini bukan hanya membantu nelayan, tapi juga bisa meningkatkan pendapatan daerah,” tutupnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional17 Agustus 2026 22:36
Kenakan Baju Adat Kajang, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Puji Penjaga Hutan dari Bulukumba
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Ada pemandangan berbeda saat Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menghadiri upacara penurunan Bendera Merah Putih...
Metro17 Agustus 2026 19:26
Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Appi Tekankan Pemerintah Harus Jadi Pelayan Masyarakat
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati H...
Nasional17 Agustus 2026 18:22
Kemenhut Lanjutkan Tahap Pendinginan dan Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla
Pedomanrakyat.com, Probolinggo – Kementerian Kehutanan, terus melakukan tahapan pendinginan dan penyisiran area bekas terbakar (mopping up) di k...
Metro17 Agustus 2026 17:18
Paskibraka Makassar Bawa Semangat TIM NARYA, Terjemahkan Jiwa Bahari Lewat Formasi Benteng Rotterdam
Pedomanrakyat.com, Makassar – Di bawah langit ikonik Lapangan Karebosi Makassar, suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan upacara peringatan deti...