Alat Perang Disita, Pemkot–TNI–Polri Intensif Redakan Bentrokan di Utara Makassar

Muh Saddam
Muh Saddam

Rabu, 19 November 2025 18:17

Alat Perang Disita, Pemkot–TNI–Polri Intensif Redakan Bentrokan di Utara Makassar

Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar terus bergerak menangani konflik antarwarga di wilayah utara kota, khususnya kawasan Kecamatan Tallo, yang sebelumnya sempat dilanda bentrokan antarkelompok pemuda hingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memantau situasi. Lewat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, juga memperkuat koordinasi dengan jajaran TNI dan Polri.

Sejak Selasa hingga Rabu dini hari, langkah-langkah pengamanan dan pemantauan intensif terus dilakukan di lokasi rawan bentrokan tersebut. Dan kini, situasi mulai berangsur mereda.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Makassar, Fatur Rahim, mengatakan bahwa seluruh unsur keamanan dan perwakilan pemerintah Kota, bergerak cepat melakukan penyisiran di titik-titik yang dicurigai menjadi tempat penyimpanan alat perang, sejak malam hingga pagi dini hari.

“Dengan berbagai kegiatan di lapangan, termasuk pembersihan, tadi malam juga dari Polrestabes dan TNI turun semua membersihkan. Dan kami hadir mewakili Pemerintah Kota di lokasi,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

“Beberapa tempat terindikasi ditemukan alat-alat perang atau tawuran. Ada samurai, parang, bom molotov, hingga alat pembuat busur. Ini sangat mereduksi potensi perkelahian yang bisa terjadi di lapangan,” lanjutanya.

Pemkot Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan serta memastikan warga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Sembari melanjutkan upaya penyelesaian jangka panjang melalui pendekatan keamanan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.

Fatur menegaskan bahwa langkah ini merupakan perintah langsung dari Wali Kota Munafri Arifuddin, yang meminta seluruh pihak bekerja dalam satu barisan.

“Kita bersama tim semua bergerak kolaboratif, pemerintah kota, kepolisian, TNI, termasuk Polda Sulsel. Semua menjalankan perannya masing-masing untuk meredam situasi,” jelasnya.

Setelah keamanan stabil, Pemkot Makassar akan masuk dengan program pembinaan sosial, edukasi, dan pemberdayaan warga.

“Tahap pertama tentu keamanan, itu prioritas Polda dan aparat keamanan. Setelah itu pemerintah masuk dengan edukasi bahaya narkoba, pemberdayaan pekerjaan sesuai karakter warga,” katanya.

“Hingga pemanfaatan Makassar kreatif Hub dan berbagai program ketenagakerjaan. Semua akan berjalan kolaboratif,” tambah Fatur.

Terkait pemicu utama konflik, Fatur menyebut pihak kepolisian masih mendalami berbagai informasi dari lapangan dan merilis hasil resmi.

“Indikasi-indikasi sudah terbaca, tetapi kami tidak bisa mengklaim. Kita menunggu rilis resmi dari kepolisian karena ini menyangkut tindak kriminal,” terangnya.

Ketika disinggung apakah kawasan Sapiria yang sejak lama disebut rawan narkoba memiliki kaitan dengan konflik kelompok, Fatur menyebut kemungkinan itu terbuka.

“Bisa jadi, baik perang kelompok, narkoba, semua kejahatan bisa terkait. Makanya sinergi kita dilakukan untuk penyelesaian secara menyeluruh,” tambahnya.

Fatur juga memastikan bahwa seluruh SKPD dilibatkan sesuai fungsi masing-masing. Dinas Kesehatan, Satpol PP, disiagakan di sekitar lokasi, armada pemadam kebakaran ditempatkan untuk respons cepat, dan berbagai OPD lain siap bergerak bila diperlukan.

“Kemarin ketika terjadi bentrokan susulan, pemadam dan polisi sudah berada dekat lokasi sehingga bisa bergerak cepat. Kesehatan pun standby. Semua bekerja sesuai fungsi dalam sinergi bersama,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai rencana mempertemukan dua kelompok yang terlibat bentrok, Fatur menyebut hal itu akan dibahas sebagai bagian dari penanganan konflik.

Ia menegaskan, pasti ada solusi, salah satu langkah penanganan itu mempertemukan kedua pihak. Tapi saat ini fokus dulu adalah mengurangi risiko, khususnya alat-alat perang di lokasi.

Serta memeriksa rumah-rumah yang berpotensi menyimpan barang berbahaya.

“Karena dari hasil penyisiran, ditemukan bom molotov, parang, busur, hingga badik,” tutupnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 Oktober 2026 15:23
Muhtadin Sambut Positif Appi Gabung Demokrat, Harap Partai Bangkit di Pemilu 2029
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pinrang, Muhtadin, menyambut positif wacana Wali Kota Makassar Munafri Arifudd...
Ekonomi06 Oktober 2026 15:17
Gubernur Sulsel: Pelatihan Vokasi Harus Cetak Pekerja dan Wirausaha Baru
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mendorong pelatihan vokasi tidak sekadar menjadi program pening...
Metro06 Oktober 2026 14:58
Tak Perlu ke Makassar, Cinema XXI Kini Hadir di Maros dengan 4 Studio-Pemkab Bidik Dampak Ekonomi dan PAD
Pedomanrakyat.com, Maros — Cinema XXI resmi hadir di Grand Mall Maros, Kecamatan Mandai, menjadi bioskop pertama di Kabupaten Maros. Peresmian biosk...
Nasional06 Oktober 2026 13:40
Pengakuan MHA dan Penetapan Hutan Adat Tidak Cukup Berhenti pada Dokumen dan Kebijakan
Pedomanrakyat.com, Yogyakarta— percepatan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) dan penetapan Hutan Adat membutuhkan lebih dari sekadar dokumen dan ...