Antrean Truk di SPBU Tak Kunjung Usai, KNPI Sidrap Desak BPH Migas Evaluasi Kuota BBM

Muh Saddam
Muh Saddam

Selasa, 08 September 2026 15:31

Plt Caretaker KNPI Sidrap, Andi Shalman.
Plt Caretaker KNPI Sidrap, Andi Shalman.

Pedomanrakyat.com, Sidrap – Antrean kendaraan besar di sejumlah SPBU di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan tak kunjung berakhir. Kondisi ini dinilai mulai berdampak pada aktivitas sosial dan pergerakan ekonomi masyarakat.

Fenomena tersebut mendapat perhatian dari Plt Caretaker KNPI Sidrap, Andi Shalman. Ia mendesak pemerintah dan pihak terkait, khususnya BPH Migas, mengevaluasi persoalan kuota dan distribusi BBM di daerah.

Menurut Andi Shalman, panjangnya antrean menjadi indikasi adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan masyarakat dengan pasokan BBM yang tersedia di sejumlah SPBU.

“Persoalan ini tidak hanya soal antrean kendaraan. Dampaknya sudah terasa pada aktivitas masyarakat dan pergerakan ekonomi, khususnya di Kabupaten Sidrap,” ujar Andi Shalman.

Ia meminta BPH Migas yang memiliki kewenangan dalam pengaturan kuota BBM agar memastikan kebutuhan daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam penyaluran BBM.

Selain persoalan kuota, Andi Shalman juga meminta aparat penegak hukum menelusuri dugaan praktik pelangsiran atau penyalahgunaan BBM subsidi.

Ia menilai BBM subsidi semestinya dapat dinikmati masyarakat yang memang membutuhkan. Jika terjadi penyalahgunaan, kondisi tersebut berpotensi memperparah kelangkaan dan antrean di SPBU.

“BBM subsidi seharusnya dinikmati masyarakat. Kalau ada dugaan pelangsiran atau penyalahgunaan, tentu harus ditelusuri agar distribusinya tepat sasaran,” katanya.

Andi Shalman menilai persoalan antrean BBM tidak bisa diselesaikan hanya dengan melihat kondisi di tingkat SPBU. Dibutuhkan koordinasi lintas pihak untuk memastikan kuota dan distribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

Karena itu, ia mendorong pemerintah pusat, BPH Migas, Pertamina, pemerintah daerah hingga pengelola SPBU duduk bersama mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Persoalan kuota dan distribusi ini perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pemerintah pusat, BPH Migas, Pertamina, pemerintah daerah dan pengelola SPBU. Jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang dirugikan,” tegasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah08 September 2026 14:51
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji 2027 Dipusatkan di Al-Markaz
Pedomanrakyat.com, Maros – Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengusulkan agar pemberangkatan jemaah haji Kabupaten Maros pada 2027 dipusatka...
Daerah08 September 2026 14:40
Peringati Maulid Nabi, DWP Lutim Dorong Perempuan Teladani Akhlak Rasulullah SAW
Pedomanrakyat.com, Lutim – Rasulullah SAW The Real Influencer Sejati Bagi Perempuan, menjadi tema utama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Luwu...
Metro08 September 2026 13:13
Lantik Pejabat Fungsional, Wali kota Appi Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial
Pedomanrakyat.com, Makassar — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menitipkan sejumlah tugas baru kepada pejabat fungsional yang baru dil...
Metro08 September 2026 13:00
Bantu Petugas Kebersihan, DLH Makassar Hibahkan Motor Tiga Roda untuk Pasar Senggol
Pedomanrakyat.com, Makassar — Upaya menjaga kebersihan dan kerapian Pasar Sambung Jawa atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Senggol terus diperkuat...