Awas Kaget! Gaji PNS Malaysia Tahun Ini Naik 13%, Paling Rendah Rp 6,8 Juta, Indonesia?

Nhico
Nhico

Kamis, 02 Mei 2024 19:19

Anwar Ibrahim.(F-INT)
Anwar Ibrahim.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Malaysia Gaji pegawai negeri sipil (PNS) di Malaysia bakal naik sampai 13%.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan kebijakan tersebut berlaku mulai 1 Desember 2024.

Anwar mengatakan bahwa kenaikan gaji PNS tersebut akan menjadi yang tertinggi dalam sejarah Malaysia.

Pemerintah akan mengeluarkan sekitar 10 miliar ringgit (US$ 2,09 miliar) atau sekitar Rp 33,8 triliun (kurs Rp 16.192) per tahun karena kenaikan tersebut.

“Meski utang kita mungkin besar dengan defisit yang ada, kita harus serius mempertimbangkan kesejahteraan pekerja kita,” ucap Anwar pada Rabu (1/5/204), dikutip dari Channel News Asia.

Anwar, yang sebelumnya menjanjikan akan ada revisi gaji ‘terbaik’ bagi PNS, menambahkan pendapatan keseluruhan para abdi negara harus lebih dari 2.000 ringgit atau Rp 6,8 juta (kurs Rp 3.404) mulai tahun ini.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional11 Februari 2026 12:55
Wujudkan Tata Kelola Mangrove, Kementerian Kehutanan Luncurkan Platform MANDARA
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Indonesia sebagai negara dengan ekosistem mangrove terbesar di dunia menghadapi tantangan besar dalam sinkronisasi ...
Metro11 Februari 2026 12:19
Wali Kota Munafri Tinjau Karya Inovasi Anak Muda Makassar Sulap Sampah Plastik Jadi BBM
Pedomanrakyat.com, Makassar — Karya inovasi anak muda Kota Makassar, kembali menunjukkan perannya dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarak...
Metro11 Februari 2026 12:14
Sekda Makassar Terima Kunjungan Bupati Sarolangun, Bahas Pengelolaan PAD hingga Kinerja ASN
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, menerima kunjungan kerja Bupati Sarolangun, Provinsi Jam...
International11 Februari 2026 11:24
8.000 Pasukan RI Bakal Dikirim ke Gaza untuk Misi Perdamaian
Pedomanrakyat.com, Gaza – Pemerintah Indonesia berencana mengirim sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza Palestina. Hal ini sedang dibahas unt...