Pedomanrakyat.com, Makassar – Moda transportasi massal Trans Sulsel yang dikelola Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencatatkan kinerja positif dengan melayani sebanyak 1,15 juta penumpang sepanjang Juni 2025 hingga Juni 2026. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang aman, terjangkau, dan efisien.
Pertumbuhan jumlah penumpang tidak hanya ditopang oleh perluasan layanan dan penambahan koridor, tetapi juga didukung transformasi digital sistem pembayaran yang melibatkan Bank Sulselbar sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Andi Erwin Terwo, menjelaskan bahwa peningkatan volume penumpang terjadi setelah pengelolaan layanan Trans Sulsel sepenuhnya diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Sulsel dari Kementerian Perhubungan pada Juni 2025.
Baca Juga :
“Realisasi ini merupakan capaian yang sangat baik dan menunjukkan bahwa masyarakat semakin memercayakan Trans Sulsel sebagai moda transportasi utama untuk aktivitas sehari-hari,” ujarnya di Makassar, Kamis (25/6/2026).
Menurut Erwin, pertumbuhan tersebut turut didorong oleh pengembangan jaringan layanan yang berkelanjutan. Setelah mengoperasikan Koridor 1 dan Koridor 2 pada awal masa transisi, Pemprov Sulsel kemudian mengambil alih Koridor 5 pada awal 2026 sehingga saat ini Trans Sulsel mengoperasikan 37 armada bus yang melayani tiga koridor aktif.
Seiring dengan perluasan layanan, Pemerintah Provinsi Sulsel juga menerapkan sistem pembayaran non-tunai secara bertahap sejak April 2026. Implementasi digitalisasi pembayaran ini didukung oleh Bank Sulselbar melalui penyediaan infrastruktur layanan pembayaran elektronik, fasilitas isi ulang kartu, serta edukasi kepada masyarakat.
Peran Bank Sulselbar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem transportasi modern yang terintegrasi dan memudahkan masyarakat bertransaksi secara digital saat menggunakan layanan Trans Sulsel.
Selain itu, Bank Sulselbar juga mendukung pelaksanaan program tarif khusus bagi kelompok rentan, seperti pelajar, mahasiswa, lanjut usia, dan penyandang disabilitas yang hanya dikenakan tarif Rp2.000 per perjalanan. Sementara tarif umum ditetapkan sebesar Rp4.600 per perjalanan.
Untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan tersebut, fasilitas verifikasi data dan layanan pendukung pembayaran disediakan di sejumlah lokasi strategis, antara lain Mall Panakkukang, Universitas Hasanuddin, terminal utama, hingga wilayah Kabupaten Takalar. Upaya ini turut diperkuat melalui sosialisasi bersama pemerintah kecamatan dan desa.
Meski sempat mengalami penyesuaian pada masa awal penerapan pembayaran non-tunai, tren penggunaan Trans Sulsel terus menunjukkan pertumbuhan positif. Masyarakat dinilai semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital yang menawarkan kemudahan, keamanan, dan transparansi transaksi.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Bank Sulselbar akan terus mendorong penguatan layanan transportasi publik melalui peningkatan kualitas armada, perluasan jangkauan layanan, integrasi antarkoridor, serta pengembangan ekosistem pembayaran digital yang semakin mudah diakses masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Trans Sulsel sebagai transportasi massal andalan masyarakat sekaligus mendukung percepatan transformasi digital layanan publik di Sulawesi Selatan.

Komentar