Pedomanrakyat.com, Makassar – Partai Golkar mulai mematangkan strategi pemenangan menuju Pemilu 2029 dengan memperkuat kapasitas anggota fraksi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Sebanyak 528 peserta dari 11 provinsi di kawasan Indonesia Timur terdaftar mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, 16 hingga 18 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Golkar menyatukan visi politik, memperkuat koordinasi antara struktur partai dan anggota legislatif, serta menyusun langkah pemenangan yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca Juga :
Bendahara Fraksi Partai Golkar DPR RI, Puteri Anetta Komarudin, dalam laporan penyelenggaraannya menyampaikan bahwa kegiatan di Makassar merupakan gelombang kelima pelaksanaan Bimtek dan Rakornis yang digelar di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Puteri, pelaksanaan kegiatan secara bergelombang merupakan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, agar penguatan kapasitas kader dan legislator tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi menjangkau berbagai daerah.
“Sekarang kegiatan ini kita sebar. Indonesia Barat dibagi dua wilayah, Pulau Jawa dibagi dua wilayah, kemudian Indonesia Timur dilaksanakan di sini dan di Bali minggu depan,” kata Puteri.
Dari total 528 peserta yang terdaftar, sebanyak 469 orang hadir dalam kegiatan di Makassar, sementara 59 peserta lainnya belum dapat mengikuti kegiatan tersebut. Sebagian peserta yang berhalangan hadir dilaporkan akan bergabung dalam pelaksanaan di Bali.
Puteri juga mengapresiasi kehadiran para peserta, termasuk mereka yang berasal dari daerah yang sedang menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan maupun bencana lainnya.
Perkuat strategi menghadapi perubahan perilaku pemilih
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa Bimtek dan Rakornis tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin organisasi. Kegiatan tersebut harus menghasilkan strategi dan rencana kerja yang dapat diterapkan kader di daerah masing-masing.
Menurut Melki, persiapan menghadapi Pemilu 2029 harus dilakukan sejak dini karena dinamika politik terus berubah. Perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku pemilih, meningkatnya tuntutan masyarakat, serta semakin terbukanya ruang partisipasi publik menuntut partai untuk beradaptasi.
“Kader Golkar harus mampu membaca kebutuhan masyarakat, memahami karakter pemilih di daerah masing-masing, membangun komunikasi yang relevan, serta menghadirkan solusi atas persoalan nyata yang dialami masyarakat,” ujar Melki.
Ia menilai, pola kerja politik yang tidak menyesuaikan perkembangan zaman berisiko membuat partai kehilangan relevansi di tengah masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas legislator dinilai penting agar kerja politik tidak hanya berorientasi pada pemenangan pemilu, tetapi juga mampu menjawab persoalan konstituen.
Melalui Bimtek ini, para peserta diharapkan dapat memperkuat pemahaman, menyamakan persepsi, dan merumuskan langkah strategis yang sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.
Makassar dinilai strategis bagi Golkar di Indonesia Timur
Melki juga menyoroti posisi Makassar sebagai salah satu simpul penting pergerakan politik Golkar di kawasan Indonesia Timur. Menurutnya, kekuatan Golkar di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan partai di kawasan tersebut.
“Makassar bukan sekadar tempat untuk kita berkumpul. Makassar adalah simpul pergerakan Indonesia Timur. Kebesaran Partai Golkar di Indonesia Timur juga sangat dibantu oleh besarnya Partai Golkar di Makassar dan Sulawesi Selatan,” katanya.
Ia berharap konsolidasi yang dilakukan melalui kegiatan ini mampu memperkuat solidaritas antarkader dan membangun sinergi antara pengurus partai dengan anggota fraksi di berbagai tingkatan.
Bagi Melki, soliditas organisasi harus diterjemahkan menjadi kerja bersama yang berkelanjutan, mulai dari tingkat bawah hingga struktur partai di tingkat atas.
Peserta diminta membawa pulang rencana kerja konkret
Dalam pelaksanaan Bimtek, sejumlah narasumber dijadwalkan memberikan materi kepada peserta, di antaranya Hakim Kamaruddin, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, serta Junarto Wijaya.
Melki berharap materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi para legislator untuk menyusun strategi pemenangan yang lebih adaptif, terukur, dan inovatif.
Ia menekankan pentingnya tindak lanjut setelah kegiatan berakhir. Setiap peserta diharapkan membawa pulang gagasan, catatan strategis, dan rencana kerja yang dapat dijalankan di daerah masing-masing.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi dan penyampaian materi. Setelah kembali ke daerah masing-masing, setiap peserta bisa membawa gagasan, strategi, dan rencana kerja konkret untuk dilaksanakan,” tegasnya.
Melalui penguatan kapasitas legislator dan konsolidasi lintas daerah tersebut, Golkar menargetkan kawasan Indonesia Timur menjadi wilayah yang semakin solid dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kekuatan partai secara nasional menjelang Pemilu 2029.

Komentar