BP2SDM Kemenhut Siapkan Arah Baru Pengembangan SDM Kehutanan Indonesia

Muh Saddam
Muh Saddam

Kamis, 02 Juli 2026 20:33

Workshop Penyusunan Skenario Transformasi BP2SDM Menuju 2027 melalui pendekatan Three Horizons Framework pada 1–2 Juli 2026.
Workshop Penyusunan Skenario Transformasi BP2SDM Menuju 2027 melalui pendekatan Three Horizons Framework pada 1–2 Juli 2026.

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Membangun sumber daya manusia kehutanan yang adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan memerlukan keberanian untuk mengevaluasi sistem yang ada sekaligus merancang inovasi baru.

Atas dasar itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan menyelenggarakan Workshop Penyusunan Skenario Transformasi BP2SDM Menuju 2027 melalui pendekatan Three Horizons Framework pada 1–2 Juli 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti oleh unsur pimpinan BP2SDM, Sekretaris Badan, para Kepala Pusat, Kepala Balai P2SDM Wilayah, Kepala SMK Kehutanan Negeri, dan pejabat struktural eselon 3 dan eselon 4.

Forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk merumuskan langkah strategis dalam memastikan transformasi BP2SDM terus berlanjut dan mampu menjawab dinamika pembangunan kehutanan.

Selama hampir satu tahun terakhir, BP2SDM telah melakukan berbagai lompatan transformasi, mulai dari pengembangan Corporate University, pengembangan sistem meritokrasi, penguatan Assessment Center yang berhasil meraih akreditasi A, penguatan budaya organisasi, gerakan Satu Balai Satu Inovasi, hingga perubahan paradigma BP2SDM dari supporting system menjadi core system dalam pengembangan SDM kehutanan.

Dalam arahannya, Kepala Badan P2SDM Indra Eksploitasia, menegaskan bahwa berbagai capaian transformasi yang telah diraih selama satu tahun terakhir harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.

“Transformasi tidak boleh berhenti pada capaian yang telah diraih. Kita harus terus bergerak dari sekadar mengelola sumber daya manusia menuju pembangunan human capital yang benar-benar memberikan dampak bagi organisasi, masyarakat, dan sektor kehutanan,” tegasnya.

Melalui pendekatan Three Horizons, peserta diajak melihat organisasi dari tiga perspektif sekaligus. Horizon 1 mengidentifikasi sistem dan praktik yang masih relevan untuk dipertahankan.

Horizon 2 memetakan inovasi yang menjadi jembatan menuju perubahan. Kemudian, Horizon 3 merumuskan kondisi ideal BP2SDM di masa depan sebagai organisasi yang lebih adaptif, modern, dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan.

Selama proses diskusi, berbagai gagasan strategis mengemuka. Peserta menilai penguatan sistem merit, digitalisasi layanan, teaching factory di SMK Kehutanan Negeri, pengembangan kapasitas pegawai, serta jejaring kerja yang kuat menjadi modal penting yang harus terus dijaga.

Di sisi lain, organisasi juga perlu mempercepat pembaruan kurikulum, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat karakter rimbawan, serta memastikan pengembangan SDM berjalan selaras dengan kebutuhan lapangan.

Pada fase transisi atau Horizon 2, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi inovasi yang dinilai mampu mempercepat transformasi organisasi.

Di antaranya adalah implementasi Corporate University, pengembangan pembelajaran digital, integrasi sistem informasi dan data, penguatan knowledge management, transformasi penyuluhan kehutanan berbasis teknologi, hingga optimalisasi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) sebagai pusat pembelajaran dan inovasi kehutanan.

Sementara itu, Horizon 3 menggambarkan visi besar BP2SDM pada tahun 2027 sebagai orkestrator pengembangan SDM kehutanan nasional.

Dalam visi tersebut, BP2SDM diharapkan menjadi pusat pengembangan kapasitas SDM yang didukung sistem data terintegrasi, budaya belajar melalui Corporate University, pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), serta pengelolaan KHDTK sebagai center of excellence kehutanan.

Selain menghasilkan berbagai rekomendasi strategis, workshop ini juga menjadi forum untuk menyelaraskan persepsi seluruh unit kerja terhadap arah transformasi organisasi.

Hasil diskusi akan dibahas lebih lanjut bersama pimpinan BP2SDM guna menentukan prioritas kebijakan, kebutuhan regulasi, serta langkah implementasi yang akan menjadi bagian dari peta jalan transformasi organisasi menuju tahun 2027.

Melalui proses ini, BP2SDM menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi pembelajar yang adaptif, inovatif, dan berdampak.

Hasil workshop akan dituangkan dalam Dokumen Skenario Transformasi BP2SDM 2027 sebagai referensi strategis dalam memperkuat tata kelola pengembangan SDM kehutanan sekaligus mewujudkan Forestry Human Excellence sebagai fondasi pembangunan kehutanan Indonesia yang berkelanjutan.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro02 Juli 2026 21:35
Andi Sudirman Dihadapan 72 Ribu Peserta Porsenijar Sulsel: Jadilah Guru Terbaik untuk Masa Depan Anak
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan perhatian terhadap kesejahteraan guru akan terus menj...
Politik02 Juli 2026 21:15
Pengusaha Muda Gowa Prihandika Resmi Gabung PSI, Siap Mengabdi untuk Masyarakat Gowa
Pedomanrakyat.com, Gowa – Dinamika politik di Kabupaten Gowa kembali diwarnai hadirnya wajah muda. Prihandika, figur muda yang juga dikenal sebagai ...
Metro02 Juli 2026 19:28
Rakernas APEKSI 2026: Munafri dan Melinda Aksa Ikuti Senam Bersama hingga Penanaman Pohon
Pedomanrakyat.com, Makassar – Rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 ter...
Daerah02 Juli 2026 18:26
Pimpin Langsung Kontingen Pinrang, Bupati Irwan Suntik Semangat Ribuan Guru di Porsenijar
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Provinsi Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi wadah komp...