Bupati Maros Chaidir Syam jadi Keynote Speaker di Seminar Budaya dan Bedah Buku tentang Problematika HAM

Nhico
Nhico

Senin, 27 Januari 2025 08:37

Bupati Maros Chaidir Syam.
Bupati Maros Chaidir Syam.

Pedomanrakyat.com, Maros – Bupati Maros, Chaidir Syam, menjadi keynote speaker dalam seminar budaya dan bedah buku berjudul Problematika HAM dalam Ragam Dimensi, karya Hasbullah Fudali. Acara ini digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMA 1 Maros pada Sabtu pagi (25/1/2025), di Baruga Kantor Bupati Maros. Acara tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh masyarakat umum, akademisi, dan berbagai tokoh daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Chaidir menekankan pentingnya melestarikan cagar budaya sebagai warisan identitas daerah. Ia menyampaikan bahwa pelestarian budaya dan perlindungan cagar budaya membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

“Melestarikan cagar budaya adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga identitas dan kebanggaan Maros,” ujar Chaidir dalam pidatonya.

Seminar ini menghadirkan sejumlah pembedah buku yang kompeten, di antaranya Prof. Iriawan Yusuf (Guru Besar Universitas Hasanuddin), Drs. Muh Ramli (Ketua Tim Cagar Budaya), Ir. H. Ikram Rahim (Ketua Pansus Ranperda Perlindungan Masyarakat Adat), dan Dr. M. Ramli AT (Dosen Sosiologi Unhas).

Para panelis mengupas isi buku Problematika HAM dalam Ragam Dimensi, yang mengangkat isu hak asasi manusia (HAM) dalam konteks budaya, serta kaitannya dengan pelestarian warisan budaya lokal.

Dengan tema Menjaga Cagar Budaya Maros dan Mengangkat Nama Besar Maros, diskusi juga membahas strategi untuk menjadikan Maros lebih dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Para pembicara menyoroti pentingnya pendidikan dan kesadaran masyarakat dalam melindungi cagar budaya agar tetap relevan bagi generasi mendatang.

Seminar ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menginspirasi generasi muda Maros agar terlibat aktif dalam pelestarian budaya.

“Melalui kegiatan ini, Maros dapat memperkuat citranya sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan budaya, sekaligus menjadi teladan bagi daerah lain dalam menjaga warisan leluhur,” ujar salah satu pembicara.

Acara yang berlangsung hingga siang hari tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam mengintegrasikan diskusi budaya dengan pelestarian hak asasi manusia, menjadikan Maros sebagai daerah yang tidak hanya kaya akan potensi sejarah, tetapi juga peduli terhadap pembangunan sosial.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro29 September 2026 23:16
Kabar Baik! Pemkot Makassar Siapkan Nikah Gratis untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat Lontara+
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kabar baik datang dari Pemerintah Kota Makassar, dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar tahun...
Metro29 September 2026 22:14
Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Desalinasi Air Laut untuk Penuhi Kebutuhan Air Warga Pulau
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, menyiapkan inovasi penyediaan air bersih dan air minum bagi masyarakat di wilayah kepula...
Nasional29 September 2026 21:10
Menhut Raja Juli Antoni: Masyarakat Kunci Cegah Karhutla
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengajak masyarakat turut menjaga hutan dari kebakaran. Kesadaran masyarakat dal...
Metro29 September 2026 20:11
Urban Farming Berbasis Warga, Pemkot Makassar dan UIM Kembangkan Jamur Tiram Putih
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, bersama Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali menggagas program pengembangan budida...