Capaian Kerja Pemerintah 2021, Indikator Kesejahteraan Petani Melampaui Target

Nhico
Nhico

Kamis, 17 Februari 2022 12:24

Mentan Syahrul Yasin Limpo. (F-INT)
Mentan Syahrul Yasin Limpo. (F-INT)

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Menteri Bappenas/Kepala PPN Suharso Manoarfa menyampaikan bahwa nilai tukar petani (NTP) sebagai barometer dari kesejahteraan petani terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Bahkan NTP nasional dinilai mampu melampaui target yang telah ditentukan. Hal ini disampaikan Suharso seusai sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Rabu, 16 Februari 2022.

“Nilai tukar petani di atas target dan nilai tukar nelayan juga di atas target. Jadi tahun 2023 nanti kita harus meningkatkan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Adapun kebijakan prioritas pada tahun 2023 nanti diantaranya adalah percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yang bisa mencapai 0 sampai 1 persen. Artinya tahun 2023 pemerintah akan menurunkan kemiskinan dari dua setengah sampai tiga juta penduduk.

“Disisi lain pemerintah juga fokus pada peningkatan kualitas SDM, kesehatan, pemulihan dunia usaha, revitalisasi industri dan penguatan riset terapan dalam rangka mendorong produktivitas. Karena itu pembangunan 2023 salah satunya meningkatkan nilai tukar petani antara 103 hingga 105,” katanya.

Sebelumnya Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional tumbuh di kisaran 5,3 sampai 5,9 persen dengan sumber dari sisi pengeluaran konsumsi mencapai 5 persen. Dari semua target itu, Industri pengolahan merupakan tantangan yang harus dikembalikan diatas pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan sektor industri pengolahan di atas pertumbuhan ekonomi yaitu 5,3 sampai 5,8 persen. Kemudian sektor perdagangan sektor informasi komunikasi akomodasi makanan minuman serta sektor pertanian,” katanya

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir Nilai Tukar Petani secara nasional pada Januari 2022 naik 0,30 persen dibandingkan Desember 2021 yaitu menjadi 108,67 dari 108,34, berdasarkan pantauan harga-harga perdesaan di 34 provinsi di Indonesia.

Angka NTP merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani. Secara umum NTP menggambarkan rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku bersyukur nilai NTP terus mengalami tren peningkatan yang signifikan. Dirinya mengingat pada awal masa pandemi NTP masih dbawah 100, namun setelah itu melesat terus hingga angka 108,67.

“Ini artinya ada perubahan positif terhadap kesejahteraan petani. Upaya-upaya yang telah kita lakukan memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian secara umum,” ujar Syahrul saat Launching Satu Data Hortikultura di Bogor, Rabu (16/2/2022).

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional27 Agustus 2026 15:47
Hadapi El Niño, Kemenhut Siaga Sejak Maret
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan telah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan akib...
Ekonomi27 Agustus 2026 14:49
Buka TMT di Burau, Bupati Ibas Dorong Peserta Ubah Keterampilan Jadi Peluang Usaha
Pedomanrakyat.com, Lutim – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengapresiasi pelaksanaan Tailor Made Training (TMT) yang mencakup pelatihan komput...
Nasional27 Agustus 2026 14:15
Kemenhut Bongkar Jaringan Perdagangan Satwa Lintas Negara, 1 WNA Diamankan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan terus memburu jaringan perdagangan satwa li...
Politik27 Agustus 2026 13:55
Kabar Baik, 396 PPPK Paruh Waktu Maros Bakal Diangkat Penuh Waktu
Pedomanrakyat.com, Maros – Sebanyak 396 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Maros berpeluang diangka...