Cetak Rimbawan Muda Unggul, Kemenhut Buka Ruang Magang Lapangan di Kawasan Konservasi TWA Lejja

Nhico
Nhico

Selasa, 28 Juli 2026 12:39

Cetak Rimbawan Muda Unggul, Kemenhut Buka Ruang Magang Lapangan di Kawasan Konservasi TWA Lejja

Pedomanrakyat.com, Soppeng – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sektor kehutanan sejak dini. Melalui unit pelaksana teknis di daerah, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Seksi KSDA Wilayah III Soppeng) resmi menerima peserta magang mandiri siswa SMK Kehutanan Negeri Makassar di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, Kabupaten Soppeng.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Kemenhut untuk membekali para calon tenaga teknis menengah kehutanan dengan pengalaman kerja nyata di tingkat tapak. Selama satu bulan ke depan, sebanyak lima siswa SMK Kehutanan Negeri Makassar akan terjun langsung mendalami praktik pengelolaan kawasan konservasi berkelanjutan.

Kepala Bidang KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Mustari Tepu, menyampaikan bahwa program magang mandiri ini merupakan kawah candradimuka bagi para siswa untuk membentuk mentalitas Rimbawan yang siap adaptif di lapangan.

“Pengalaman kerja melalui magang mandiri menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan, khususnya terkait pengenalan potensi keanekaragaman hayati dan ekosistem, pencegahan gangguan keamanan hutan, serta pengembangan potensi wisata alam. Melalui magang ini, siswa dapat meningkatkan profesionalisme sebagai modal menjadi Rimbawan yang lebih baik,” ujar Mustari Tepu.

Selama masa magang di Resor TWA Lejja, para siswa dibimbing langsung oleh petugas lapangan dalam menjalankan berbagai tugas teknis kehutanan, seperti inventarisasi jenis asing invasif (invasive alien species), patroli pengamanan kawasan bersama Polisi Kehutanan (Polhut), hingga pemetaan potensi ekowisata.

Sementara itu, Kepala Seksi KSDA Wilayah III Soppeng, Raduan, menegaskan kesiapan jajaran teknis di lapangan dalam mendampingi dan memfasilitasi proses pembelajaran para siswa SMK Kehutanan.

“Pengalaman lapangan sangat penting untuk membentuk kompetensi dan karakter calon tenaga teknis menengah kehutanan agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai praktik pengelolaan hutan secara profesional. Kami di unit tapak siap memberikan ruang pembelajaran yang berkualitas,” ungkap Raduan.

Melalui penyediaan ruang pembelajaran berbasis praktik langsung di lapangan ini, Kementerian Kehutanan optimistis dapat melahirkan generasi penerus rimbawan yang tangguh, berdedikasi, serta siap mengawal kelestarian hutan Indonesia di masa depan.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional28 Juli 2026 15:22
Indonesia Dorong Penguatan SVLK dan Ajak Anggota APEC Bergabung dalam World Mangrove Center
Pedomanrakyat.com, Tiongkok – Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola kehutanan global melalui penguatan perdagangan hasil...
Daerah28 Juli 2026 15:13
Bupati Yusran Lalogau Serahkan Bantuan 309 Roll Geomembran, Dorong Swasembada Garam di Pangkep
Pedomanrakyat.com, Pangkep – Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muhammad Yusran Lalogau (MYL) menyerahkan bantuan 309 roll geomembran kep...
Politik28 Juli 2026 14:38
Bupati Lutim Ibas : ASN Tak Disiplin Harus Ditindak Tegas
Pedomanrakyat.com, Lutim – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa disiplin aparatur sipil negara (ASN) merupakan fondasi utama dalam...
Metro28 Juli 2026 14:32
Muhammad Sadar Ingatkan Pemkot Parepare: Kampung Tegal Butuh Pencegahan Banjir, Bukan Sekadar Bantuan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, H. Muhammad Sadar, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat men...