Curhat Soal Zonasi SMA, Legislator Sulsel Andre Tanta Siap Kawal Aspirasi Warga Totaka

Muh Saddam
Muh Saddam

Sabtu, 27 Juni 2026 16:49

Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Andre Prasetyo Tanta (APT) melaksanakan kegiatan pengawasan APBD Sulsel.
Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Andre Prasetyo Tanta (APT) melaksanakan kegiatan pengawasan APBD Sulsel.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Andre Prasetyo Tanta (APT) melaksanakan kegiatan pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang digelar di Kelurahan Totaka, Kecamatan Ujung Tanah, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Totaka Nassar, unsur Tripilar, ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat yang memanfaatkan forum itu untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.

Salah satu aspirasi yang paling banyak disoroti adalah persoalan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA. Warga Kelurahan Totaka agar anak-anak mereka bisa bersekolah di SMA terdekat.

Seorang warga, Halima, mengaku bingung dengan penerapan sistem zonasi. Menurutnya, masih banyak anak-anak di Kelurahan Totaka yang tidak diterima di sekolah negeri terdekat karena alasan nilai akademik.

“Katanya ada sistem zonasi, tapi masih banyak anak-anak warga Totaka yang tidak lulus karena nilainya dianggap rendah. Jadi, kalau memang zonasi diterapkan, kenapa nilai masih menjadi penentu utama?” ujar Halima.

Ia juga mempertanyakan kondisi yang membuat sejumlah siswa harus bersekolah jauh dari rumah, padahal terdapat SMA yang lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

“Kasihan anak-anak kami. Ada sekolah yang dekat, tetapi justru harus sekolah di tempat yang lebih jauh,” terangnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Andre Prasetyo Tanta mengatakan aspirasi masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan akan diteruskan kepada pihak terkait.

Menurut APT, pelaksanaan sistem penerimaan siswa harus memberikan rasa keadilan bagi masyarakat serta memastikan akses pendidikan dapat dinikmati secara merata.

“Kami menerima seluruh masukan dari masyarakat. Persoalan ini akan kami sampaikan kepada pemerintah agar menjadi perhatian dalam evaluasi pelaksanaan penerimaan siswa baru, sehingga tujuan pemerataan akses pendidikan benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” kata APT.

Ia menegaskan, kegiatan pengawasan APBD bukan hanya menjadi bagian dari fungsi DPRD, tetapi juga ruang dialog agar masyarakat dapat menyampaikan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik01 Oktober 2026 23:36
Resmi Ditutup, 134 Peserta Siap Ikuti Pelatihan Relawan Penegakan Hukum Pemilu Bawaslu Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti ...
Metro01 Oktober 2026 23:13
Hari Kesaktian Pancasila, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Ajak ASN Hidupkan Nilai-Nilai Pancasila
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk...
Nasional01 Oktober 2026 22:31
Pemerintah Siapkan Pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Pemerintah menyiapkan pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) untuk memperkuat tata kel...
Metro01 Oktober 2026 22:08
APBD-P 2026 Makassar Rp5,26 Triliun, Appi: Layanan Dasar dan Kebutuhan Warga Jadi Prioritas
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Kota Makassar resmi mengetok palu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (AP...