Di Daerah Ini, Akibat Lockdown Polisi dan Warga Bentrok

Editor
Editor

Senin, 20 April 2020 18:17

ilustrasi
ilustrasi

Pedoman Rakyat– Keputusan lockdown yang diambil oleh lima kota pinggiran di Paris, Prancis menimbulkan masalah baru. Warga dan polisi setempat terpaksa harus bentrok.

Awalnya, bentrok dipicu protes warga atas tindakan polisi yang dituduh represif selama penerapan lockdown yang diperketat..

Warga yang terlibat bentrok di kawasan utara pinggiran Villeneuve-la-Garenne dan Aulnay-sous-Bois membakar sejumlah mobil dan menembakkan petasan ke arah polisi yang meresponsnya dengan tembakan peluru karet dan gas air mata, demikian kesaksian seorang polisi, Senin (20/4) dikutip CNNOIndonesia dari AFP.

Bentrok polisi dan warga terjadi sejak Sabtu, ketika seorang pengendara motor terluka saat melintasi pos pemeriksaan polisi di Villeneuve-la-Garenne. Insiden ini memicu kerumunan warga.

Versi kepolisian, pengendara sepeda motor itu menabrak pintu mobil polisi yang terbuka. Akibatnya, kaki pengendara itu patah dan harus menjalani operasi. 

Sementara warga menuduh pintu mobil itu sengaja dibuka untuk menghentikan pengendara motor tersebut. Jaksa dari kepolisian menyelidiki kasus ini.

Situasi di Villeneuve-la-Garenne kembali terkendali pada Senin pagi setelah penjagaan polisi selama dua malam berturut-turut.

Penjagaan polisi juga terjadi di kawasan Aulnay-sous-Bois. Polisi mengklaim diserang secara tiba-tiba oleh warga di daerah itu. Aparat berhasil menangkap empat orang yang disebut sengaja menargetkan polisi dengan menggunakan petasan.

Protes dan kekerasan juga tersebar sedikitnya di tiga kota pinggiran di sekitar Paris. Di kawasan Ile-de-France dilaporkan 15 mobil dan 50 tempat sampah dibakar. Polisi menangkap tujuh orang di kawasan itu.

Pada awal April, jaksa dari kepolisian menggelar investigasi terhadap kematian seorang pria berusia 33 tahun yang ditahan karena melanggar aturan karantina di rumah yang diterapkan pemerintah dalam upaya menekan penyebaran virus corona

Polisi mengklaim pria tersebut menolak ditahan. Sementara saudara perempuan dari pria tersebut mengatakan bahwa kakaknya mengalami skizofrenia.

Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengatakan pada Minggu lalu bahwa polisi telah mendirikan 13,5 juta pengecekan sejak kebijakan lockdown diberlakukan pada 17 Maret.

Sekitar 800 ribu orang disebut telah melakukan pelanggaran atas aturan lockdown, yang hanya mengizinkan seseorang keluar rumah hanya untuk kebutuhan mendesak. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional25 Agustus 2026 21:30
Tegas! Kemenhut Jatuhkan Sanksi Enam Perusahaan Terkait Karhutla, Ini Daftarnya
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan H...
Metro25 Agustus 2026 20:28
Kepala BKN-Wagub Sulsel dan Wali Kota Makassar Riding Vespa-Tanam Tebuya di CPI
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kehadiran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, di Kota Makassar turut dimanfaatkan untuk m...
Metro25 Agustus 2026 19:26
DLH Makassar Tambah 30 Motor dan 10 Armroll, Serta Siapkan Puluhan Mesin Pengolah Sampah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat fasilitas pengelolaan persampahan dengan memastikan dukungan sarana dan...
Metro25 Agustus 2026 18:33
Wali Kota Makassar Serukan Camat Dan Lurah Sepakati Waktu Buang dan Angkut Sampah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengultimatum seluruh camat untuk memastikan validitas data penerima progra...