Dikritik di Medsos soal Banjir, Gubernur Kalsel Ancam Polisikan Pakai UU ITE

Editor
Editor

Kamis, 21 Januari 2021 13:36

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor (int)
Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor (int)

Pedoman Rakyat, Kalsel – Kalimantan Selatan Sahbirin Noor" href="https://pedomanrakyat.com/tag/gubernur-kalimantan-selatan-sahbirin-noor/">Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor merespon sejumlah kritikan soal penanganan banjir yang terjadi di wilayahnya.

Kritik yang dilayangkan kepada orang nomor satu di Kalimantan Selatan itu dijawab dengan ancaman.

Sahbirin akan menempuh jalur hukum setelah banjir selesai ditangani, terhadap netizen yang melontarkan ujaran kebencian (hate speech), fitnah, dan pencemaran nama baik.

Tim kuasa hukum H. Sahbirin Noor mengeluarkan somasi akan melaporkan setiap perbuatan yang menyudutkan kliennya dengan menggunakan UU ITE.

Asal ditahu, Gubernur Kalsel Sahbirin tersebut menempuh hal ini setelah belakangan ini beredar luas sebuah video terkait banjir di Kalimantan Selatan yang menyebut-nyebut nama Sahbirin.

Dalam video berdurasi 11 detik tersebut, seseorang menggabungkan cuplikan pernyataan Sahbirin saat Debat Kandidat Pilgub Kalsel dengan situasi saat dia meninjau lokasi bencana di daerahnya.

“Kalu persoalan banjir, Alhamdulillah. Ada yang lalu aja,” ucap Paman Birin,-sapaan Sahbirin Noor-dalam video.

Dari dasar itu, tim hukum Paman Birin menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan pembuat dan penyebar konten video ke kepolisian lantaran disebut sebagai ujaran kebencian.

Langkah yang dilakukan Sahbirin pun ditanggapi oleh Koalisi Masyarakat Sipil. Menurutnya, somasi ini merupakan bentuk nyata dari ancaman pada kebebasan berekspresi dan berpendapat dalam negara demokrasi

“Sebagai pejabat publik, maka Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor, seharusnya tidak memiliki privilese untuk dilindungi atas dasar jabatannya,” demikian rilis yang diterima, Kamis (21/1/2021).

Menurut Koalisi, somasi ini malah menciptakan iklim ketakutan dan menjadi bentuk kegagalan gubernur dalam melihat bentuk kritik yang disampaikan secara faktual, bahwa memang banjir benar terjadi.

Sementara itu, berdasarkan catatan Walhi Kalimantan Selatan, 50 persen dari luas Kalimantan Selatan yang mencapai 3,7 juta Ha sudah dibebani oleh izin tambang, dengan 33 persen oleh izin perkebunan sawit dan 17 persen untuk Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan Hak Tanaman Industri (HTI).

Juga terdapat 814 lubang milik 157 perusahaan tambang batu bara, sebagian lubang berstatus aktif, sebagian lain telah ditinggalkan tanpa reklamasi.

“Dengan kondisi ini, maka sulit memisahkan kritik terhadap Gubernur Kalimantan Selatan dengan kondisi lingkungan yang sedikit banyak juga merupakan tanggung jawab dari beliau sebagai pejabat publik,” lanjut Koalisi. (qim)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro11 Oktober 2026 16:29
Aliyah Ilham Apresiasi Program Immersion Makkah, Perkuat Wawasan Keislaman Peserta Didik
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang unggul dalam il...
Metro11 Oktober 2026 15:31
BPBD Makassar Kerahkan 25 Mobil Tangki, 98 Ribu Warga di 9 Kecamatan Terlayani Air Bersih
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat upaya penanganan dampak kekeringan ekstrem dengan menyalurkan bantuan a...
Metro11 Oktober 2026 11:51
Pengawasan di Mappala, Kadir Halid Siap Perjuangkan Motor Viar dan Tempat Sampah di APBD 2027
Pedomanrakyat.com, Makassar – Keterbatasan sarana persampahan menjadi salah satu keluhan warga Kelurahan Mappala, Kecamatan Rappocini, Makassar...
Politik10 Oktober 2026 20:10
Irwan Bachri Syam Optimistis Syaharuddin Alrif Bawa NasDem Sulsel Raih Kemenangan Lebih Besar
Pedomanrakyat.com, Lutim – Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif, mengajak seluruh kader di Luwu Raya memperkuat soliditas dan...