Kementerian Kehutanan dan Uni Eropa Perkuat Kemitraan Konservasi di Sulawesi Utara

Muh Saddam
Muh Saddam

Jumat, 17 Juli 2026 21:28

Kementerian Kehutanan bersama Uni Eropa dan Wildlife Conservation Society (WCS) terus memperkuat kemitraan dalam pengelolaan kawasan konservasi.
Kementerian Kehutanan bersama Uni Eropa dan Wildlife Conservation Society (WCS) terus memperkuat kemitraan dalam pengelolaan kawasan konservasi.

Pedomanrakyat.com, Manado – Kementerian Kehutanan bersama Uni Eropa dan Wildlife Conservation Society (WCS) terus memperkuat kemitraan dalam pengelolaan kawasan konservasi melalui kunjungan lapangan Delegasi Uni Eropa ke Sulawesi Utara.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk meninjau implementasi program konservasi berbasis masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama internasional dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Delegasi Uni Eropa terdiri atas Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia beserta para duta besar dan pejabat tinggi dari negara-negara anggota Uni Eropa.

Dalam kunjungan ini, delegasi meninjau berbagai lokasi pelaksanaan program, berdialog dengan masyarakat pesisir, serta melihat secara langsung hasil kolaborasi yang telah dibangun bersama Pemerintah Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

Program ini merupakan kerja sama antara Uni Eropa, Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), KfW German Development Bank, serta Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Programme.

Program tersebut dilaksanakan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk memperkuat konservasi keanekaragaman hayati laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Hadir mewakili Direktur Jenderal KSDAE, Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Nandang Prihadi, menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan telah menjalin kerja sama yang erat dengan Wildlife Conservation Society (WCS) dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi di berbagai wilayah Indonesia.

“Salah satu lokasi kerja sama tersebut berada di Sulawesi Utara. Kawasan ini menjadi salah satu wilayah strategis dalam kemitraan kami bersama WCS dan para mitra pembangunan, yang akan kita kunjungi bersama selama dua hari ke depan,” ujar Nandang, Rabu (15/7/2026).

Lebih lanjut, Nandang menjelaskan bahwa Kementerian Kehutanan bersama WCS saat ini tengah menjajaki pengembangan biodiversity credit serta National Parks Bond yang mengacu pada praktik baik Rhino Bond sebagai salah satu alternatif pembiayaan konservasi yang berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Nandang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, WCS, Uni Eropa, KfW German Development Bank, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Ia berharap kunjungan lapangan ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus memperlihatkan praktik-praktik terbaik pengelolaan kawasan konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Utara.

Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menyampaikan bahwa sejak tahun 2019, program yang didukung Uni Eropa tersebut telah menghasilkan berbagai capaian nyata di bidang konservasi, perikanan berkelanjutan, penguatan kelembagaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi lokal berbasis konservasi.

“Di bidang konservasi, program ini telah mendukung pembentukan dan penguatan sembilan kawasan konservasi perairan dengan total luasan lebih dari 781 ribu hektare di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Kawasan tersebut melindungi lebih dari 14 ribu hektare terumbu karang, sekitar 6 ribu hektare mangrove, serta sekitar 5 ribu hektare padang lamun yang menjadi habitat penting bagi berbagai spesies laut,” kata Denis.

Program ini juga mendorong tumbuhnya berbagai usaha ekonomi masyarakat berbasis konservasi. Sebanyak 29 Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) bersama 19 komunitas masyarakat pesisir mengembangkan berbagai kegiatan usaha, mulai dari pengolahan hasil perikanan hingga produk bernilai tambah yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Indonesia, Uni Eropa, serta seluruh mitra pelaksana menegaskan bahwa keberhasilan konservasi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, lembaga pembangunan, sektor swasta, dan mitra internasional.

Sinergi tersebut diharapkan terus memperkuat upaya pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

 Komentar

Berita Terbaru
Ekonomi17 Juli 2026 22:32
Wagub Fatmawati Rusdi Apresiasi The Art of Wedding Gallery sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis...
Metro17 Juli 2026 20:30
Sekda Makassar Tegaskan Hibah KONI Sah, Rasionalkan Dasar Hukum dan Mekanismenya
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, meluruskan berbagai informasi yang berkembang terkai...
Metro17 Juli 2026 19:29
Bapemperda DPRD Sulsel Konsultasikan Dua Ranperda Strategis ke Kemendagri
Pedomanrakyat.com, Makassar – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melakukan konsultasi ke Kementerian Dal...
Metro17 Juli 2026 18:30
Kecamatan Ujung Pandang Edukasi Warga Pulau Lae-Lae Pilah Sampah, 353,1 Kg Berhasil Dikumpulkan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang terus memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat hingga ke wilay...