Pemkab Luwu Timur Tingkatkan Budaya Siaga Bencana Lewat Sosialisasi KIE

Nhico
Nhico

Jumat, 17 Juli 2026 14:04

Pemkab Luwu Timur Tingkatkan Budaya Siaga Bencana Lewat Sosialisasi KIE

Pedomanrakyat.com, Lutim – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun 2026 yang digelar di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis (16/07/2026).

Kegiatan ini dibuka Kepala Pelaksana BPBD Lutim, dr. H. April, mewakili Bupati Luwu Timur, dan diikuti sebanyak 75 peserta yang terdiri atas perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala UPTD puskesmas se-Kabupaten Luwu Timur, serta menghadirkan Tenaga Ahli BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Jasmani Ghadi, dan Koordinator Pos Unit Siaga Makassar.

Dalam sambutannya, dr. April mengatakan, kondisi geografis Kabupaten Luwu Timur yang didominasi kawasan pegunungan dan perbukitan menjadikan daerah ini memiliki kerawanan terhadap berbagai jenis bencana, baik bencana geologi maupun hidrometeorologi.

“Wilayah Kabupaten Luwu Timur memiliki potensi bencana seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir, angin puting beliung, hingga berbagai ancaman bencana lainnya yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan Indeks Risiko Bencana Nasional (IRBN) Tahun 2025, Kabupaten Luwu Timur masih berada pada peringkat ke-22 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan kategori risiko sedang terhadap berbagai ancaman bencana.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa upaya penanggulangan bencana harus terus diperkuat melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya berfokus pada penanganan saat terjadi bencana.

“Penanganan bencana selama ini masih lebih banyak berorientasi pada fase tanggap darurat melalui pemberian bantuan fisik. Padahal, aspek mitigasi, pencegahan, dan pemulihan pascabencana harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana,” jelas dr. April.

Karena itu, ia berharap kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman dan kapasitas para peserta mengenai langkah-langkah mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanganan bencana sehingga mampu meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan apabila bencana terjadi.

Sementara itu, Tenaga Ahli BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Jasmani Ghadi, menyampaikan bahwa komunikasi, informasi, dan edukasi merupakan salah satu pilar penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

“Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan koordinasi yang baik sejak sebelum bencana terjadi,” jelas Jasmani.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro23 September 2026 23:23
Bunda PAUD Makassar Dorong Komunikasi Efektif untuk Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menggelar kegiatan Public Speaking bertema “Speak with Confidence, Heart & Im...
Daerah23 September 2026 22:22
Bupati Syaharuddin Tinjau Peternakan 200 Ribu Ayam, Telur Sidrap Tembus Kalimantan
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengunjungi salah satu peternakan ayam petelur di Desa Mario, ...
Metro23 September 2026 21:25
Sekda Jufri Rahman: Pengendalian Inflasi Harus Jadi Agenda Strategis Daerah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan Jufri Rahman menekankan pentingnya pengendalian inflasi sebagai bagian ...
Olahraga23 September 2026 20:44
KALLA 10K 2026 Gandeng PASI, Makin Kompetitif dan Jadi Daya Tarik Pelari Elite
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kalla 10K akan berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 di Anjungan Pantai Losari dengan menargetkan 4.500 pelari. Mengga...