Dikunjungi DPR RI, Progres Kereta Api Maros-Pangkep Belum Sampai 70 Persen

Editor
Editor

Sabtu, 19 September 2020 13:56

Dikunjungi DPR RI, Progres Kereta Api Maros-Pangkep Belum Sampai 70 Persen

Pedoman Rakyat, Makassar – Progres pengerjaan kereta api Maros-Pangkep belum sampai 70 persen. Itu diketahui setelah Komisi V DPR RI Muh Aras" href="https://pedomanrakyat.com/tag/anggota-komisi-v-dpr-ri-muh-aras/">Anggota Komisi V DPR RI Muh Aras bersama Forkopimda Sulsel, Sabtu (19/9/2020).

Dari kunjungan itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi menjelaskan, jika saat ini progres pembangunan rel baik di Pangkep maupun di Maros belum sampai 70 persen.

“Jadi Progres penimbunan tanah untuk rel kereta di Maros itu 25%, untuk pembangunan kontruksinya baru 20%, dan di Pangkep sendiri progres tanahnya sudah memasuki 60% dan kontruksinya 40%,” jelasnya.

Sementara, Komisi V DPR RI Muh Aras" href="https://pedomanrakyat.com/tag/anggota-komisi-v-dpr-ri-muh-aras/">Anggota Komisi V DPR RI Muh Aras, menjelaskan kunjungannya dalam rangka peninjauan rel kereta api yang dalam proses pengerjaan, di Kelurahan Palantikang, lalu melanjutkan peninjauan ke Desa Sapannang, Kabupaten Pangkep, Sabtu (19/9/2020).

Menurut Muh Aras di Kabupaten Maros, jika salah satu alasannya datang melakukan peninjauan, karena adanya kabar terkait pemindaan alih anggaran ke Pulau Jawa, jika progres pengerjaan rel kereta api di Sulsel masih terbilang lambat.

“Kami kemarin dengar di media, jika anggaran ini akan dialihkan. Tapi saya bersama teman-teman di Ditjen Perkeretaapian, akan berjuang untuk memastikan anggaran kereta api di Sulsel tidak akan dialihkan kemana-mana,” ujar Muh Aras yang juga salaku Ketua DPW PPP Sulsel.

Ia menyebutkan kerjasama antara Forkopimda di daerah bersama masyarakat setempat juga penting, untuk saling membantu dalam menyelesaikan pengerjaan rel kereta api ini.

“Kita akan libatkan seluruh elemen pemerintahan, baik provinsi maupun daerah untuk segera merampungkan pengerjaan. Jadi di tahun 2022 sudah bisa mulai beroperasi,” jelasnya.

Dalam kunjungannya ini, Muh Aras juga melakukan dengar pendapat dengan beberapa warga setempat, yang tanahnya terkena pembebasan lahan.

Menurut warga setempat, mereka tidak menolak pembangunan rel kereta api, tapi yang mereka tolak adalah harga lahan yang ditawarkan pemerintah terbilang rendah.

“Terkait harga lahan, itu tugas tim appraisal, yang akan menilai sejauh mana harganya, jadi jika ada yang keberatan oleh keputusan appraisal, mereka bisa mengajukan ke pengadilan, dan Insya Allah mereka akan berlaku adil,” tutupnya.

Ia juga mengungkapkan, pembangunan rel kereta api Maros – Pangkep ditarget rampung pengerjaannya di Kabupaten Maros ditarget hingga 2021, Sementara untuk Kabupaten Pangkep agak lebih cepat terselesaikan proses pengerjaan berikutnya. (adi)

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Oktober 2026 16:24
KONI Makassar Tantang Cricket Tambah Emas di Porprov 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pengurus Cabang Olahraga Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Makassar periode 2026-2030 resmi dilantik dalam ac...
Nasional15 Oktober 2026 15:50
Negara Tak Boleh Kalah! Kapolri Perintahkan Kapolda Buru Bandar Narkoba
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memerintahkan seluruh Kapolda memetakan kampung-kampung yang menjadi sarang pered...
Ekonomi15 Oktober 2026 15:44
Utang RI Makin Bengkak! Tembus Rp8.248 Triliun pada Agustus 2026
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$459,3 miliar atau sekitar Rp8.248 triliu...
Daerah15 Oktober 2026 15:29
Sidrap Jadi Kabupaten dengan Kemiskinan Terendah di Sulsel, Angkanya Turun Jadi 4,65 Persen
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Pada tahun 2...