Dirjen Zudan Arahkan Kadis Dukcapil se-Indonesia Perhatikan “4P” Dalam Bangun Kinerja

Editor
Editor

Jumat, 16 September 2022 20:43

Dirjen Zudan Arahkan Kadis Dukcapil se-Indonesia Perhatikan “4P” Dalam Bangun Kinerja

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh meminta semua Kadis Dukcapil se-Indonesia memperhatikan 4P.

Apa itu 4P? pertama People, kedua Process, ketiga Product dan keempat Perception.

“Nah untuk Dukcapil Belajar kali ini kita sedang mengolah point pertama, yaitu People atau orangnya,” kata Zudan dalam acara Dukcapil Belajar Seri-31 via Zoom, beberapa pekan lalu.

Hal ini dilakukan, kata Dirjen Zudan, agar pelayanan publik kita untuk masyarakat bertambah baik.

“Jadi untuk semua Kadis Dukcapil agar perhatikan people di bawahnya, yaitu integritasnya agar tidak ada pungli, jaga password, peduli dengan kantornya menjaga kebersihan, taat azas dan aturan,” terangnya.

Lalu untuk Process, Zudan menerangkan, tidak boleh adanya tambahan persyaratan dan tahapan baru.

“Ikuti regulasi yang ada dan surat edaran dari Dirjen, karena itu sudah kita kaji agar semudah mungkin, prosesnya jangan mempersulit dan pikirkan bahwa kita harus membahagiakan masyarakat,” tegas Dirjen Zudan.

Adapun untuk Product, hal ini adalah unjuk kinerja agar terus meningkat layanan level 4. “Dukcapil dengan kinerja Level 4 itu, artinya sudah mencapai 10 indikator target nasional.”

Adapun 10 indikator mulai dari perekaman KTP-el 99,3 persen, kepemilikan KIA 40 persen, penggunaan kertas putih pada 18 dokumen kependudukan, dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada 18 dokumen.

Selain itu, cakupan kepemilikan akta kelahiran 97 persen, ada layanan Adminduk secara online, pelayanannya terintegrasi, ada Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan OPD lain, akses pemanfaatan data.

“Satu lagi penggunaan Buku Pokok Pemakaman minimal 10 untuk setiap Kabupaten/Kota. Ini juga menjadi indikator penilaian kinerja tersebut,” ujar Zudan

Terakhir Perception, Zudan menerangkan, bahwa kualitas pelayanan publik kita sangat bergantung dengan persepsi masyarakat.

Misalnya, saat pelayanan KTP-el dibilang ‘blangko habis’. Padahal, terang Zudan, blangko masih ada, dan sampai sekarang belum ada yang kehabisan blangko. “Jadi jangan sampai mengatakan blangko habis,” tandasnya.

Sekadar info, per hari ini, Jumat (19/8/2022), di pusat blangko masih tersedia sekitar 500.000 keping.

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Oktober 2026 11:04
Atlet dan Pelatih Punya Keluhan? KONI Makassar Buka Saluran Pengaduan, Catat Nomornya!
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar membuka layanan pengaduan bagi atlet dan pelatih menjelang Pek...
Politik15 Oktober 2026 03:59
Tok! Mendagri Resmi Berhentikan Husniah Talenrang Tidak dengan Hormat sebagai Bupati Gowa
Pedomanrakyat.com, Gowa – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dikabarkan secara resmi mengeluarkan surat keputusan pemberhentian Husniah Talen...
Nasional14 Oktober 2026 23:23
Menhut Perkuat Operasi Darat-Udara di Tanjung Puting, Fokus Lindungi Zona Inti dari Karhutla
Pedomanrakyat.com, Kotawaringin Barat – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutl...
Metro14 Oktober 2026 22:20
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Lima Pulau
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang akan menjangkau...