DKP Makassar Dukung Kemandirian Pangan Lewat Pengembangan KWT

Muh Saddam
Muh Saddam

Selasa, 16 Juli 2024 13:18

DKP Makassar
DKP Makassar

Pedoamanrakyat.com, Makassar – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar terus berkomitmen mendukung kemandirian pangan Lorong Wisata melalui pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Alamsyah menyebutkan saat ini, jumlah Lorong Wisata di Makassar mencapai 2.612, dengan 1.323 KWT yang aktif beroperasi dalam tiga tahun terakhir.

Alamsyah mengatakan dalam upaya pengambangan KWT, Dinas Ketahanan Pangan Makassar memberikan intervensi melalui penyediaan sarana dan prasarana budidaya tanam.

“Bantuan yang diberikan mencakup benih, bibit, hidroponik, media tanam, poliback, serta berbagai jenis bibit lainnya untuk mendorong pertumbuhan produktivitas di lorong-lorong wisata,” jelasnya di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Selasa (16/7/2024).

Alamsyah mengatakan sejumlah Lorong Wisata telah berhasil dalam kemandirian pangan, misalnya Lorong Wisata Haderslev yang berhasil menjual hasil komoditas tanamnya di beberapa gerai ritel.

“Pada tanaman hidroponik yang dikelola mereka seperti sayur Pakcoy dan Selada. Komoditas ini pun bukan hanya dijual dalam bentuk sayur-mayur, tetapi juga dikelola menjadi produk kuliner yang bisa memiliki nilai jual dan keuntungan yang cukup tinggi,” tambahnya.

Menurut Alamsyah, Lorong Wisata juga berkontribusi dalam menciptakan perekatan sosial dalam upaya mitigasi sosial.

“Kegiatan bersama seperti berkebun dan penghijauan di halaman rumah menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antar tetangga dan masyarakat sekitar,”

Upaya optimalisasi Lorong Wisata, Alamsyah mengatakan Danny Pomanto berinisiatif membentuk Dewan Lorong yang menjadi jembatan komunikasi antar masyarakat lorong.

“Dengan melibatkan 7.013 orang, dewan lorong berfungsi sebagai penghubung dalam penyebaran informasi dan edukasi termasuk terntang pertanian dan pengembangan ekonomi lokal,” jelasnya.

Di sisi lain, Alamsyah mengatakan kesuksesan Lorong Wisata tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat.

“Keterlibatan warga dalam kegiatan budidaya dan pengelolaan lorong sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program ini. Hal ini juga bertujuan menciptakan sirkulasi ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Alamsyah berharap dengan berbagai dukungan dan kolaborasi yang telah terjalin, Lorong Wisata dapat terus berkembang, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, dan menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam kemandirian pangan.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional15 Oktober 2026 23:26
Kemenhut Selidiki Temuan Tengkorak Orangutan di Areal HCV PT KAL
Pedomanrakyat.com, ​Ketapang – Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Kalimantan menyelidiki temuan tengkorak yang ...
Metro15 Oktober 2026 22:24
Wali Kota Munafri Sabet Grand Baznas Award 2026, Target Makassar Jadi Kota Filantropi Nasional
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pengelolaan zakat dan membangun kepedulian sosial kembali mendap...
Politik15 Oktober 2026 21:21
PSI Sulsel Panaskan Mesin Partai di Toraja Utara, Syamsir: Kemenangan Harus Diperjuangkan
Pedomanrakyat.com, Toraja Utara – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan terus memperkuat konsolidasi internal dengan menyambangi kader...
Nasional15 Oktober 2026 20:24
Hotspot Nasional 372 Titik, Kemenhut Perkuat Penanganan Lapangan dan Perlindungan TN Tanjung Puting
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan ...