Pedomanrakyat.com, Pangkep – 19 Februari 2025, Di tengah gemerlap pembangunan kota, sekolah-sekolah di Kecamatan Liukang Kalmas tampaknya memiliki prioritas berbeda: belajar bertahan hidup. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di DPRD Kabupaten Pangkep hari ini, terungkap bahwa banyak sekolah di kepulauan lebih cepat roboh ketimbang diperbaiki.
Ketua Gema Garda Nusantara (GGN) Pangkep, Ardan, menyoroti kondisi ini dengan nada prihatin kerusakan kecil berakibat kerusakan besar.
Baca Juga :
“Kami melihat kondisi sekolah-sekolah ini seolah tak tersentuh perbaikan, padahal ada anggaran yang seharusnya bisa digunakan. Kami mempertanyakan, apakah anggaran ini benar-benar dialokasikan sebagaimana mestinya, atau justru menguap di tengah jalan?” ujar Ardan dengan nada retoris serta penuh dengan dugaan.
M. Ramli, yang memimpin rapat dari Komisi I yang merupakan perwakilan Dapil IV (Tangayya dan Kalmas), turut mengungkapkan keironisan situasi ini.
“Saya pernah melihat langsung beberapa sekolah serta mendengar kondisi SDN 9 Butung-Butungan yang sejak dibangun pada 1972 lebih sering jadi bahan polemik ketimbang bahan renovasi,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Pangkep berjanji akan meneruskan hasil RDP ini kepada Bupati agar mendapatkan perhatian lebih lanjut. Inspektorat juga berencana turun langsung ke sekolah-sekolah di Liukang Kalmas pada bulan April mendatang.
Sebuah janji yang, jika direalisasikan, tentu akan menjadi kejutan. Sebab, jika janji ini hanya sekadar catatan rapat tanpa realisasi, bukan tidak mungkin sekolah-sekolah di Liukang Kalmas akan terus mengajarkan satu mata pelajaran tambahan kepada murid-muridnya: Ilmu Kesabaran.

Komentar