Empat Puskesmas Pegunungan di Maros Krisis Dokter

Nhico
Nhico

Rabu, 06 Agustus 2025 09:09

Empat Puskesmas Pegunungan di Maros Krisis Dokter

Pedomanrakyat.com, Maros – Sejumlah puskesmas di wilayah pegunungan Kabupaten Maros mengalami kekurangan tenaga dokter.

Dinas Kesehatan Kabupaten Maros mencatat, setidaknya empat puskesmas terdampak kekosongan atau keterbatasan tenaga medis.

Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus, menyebutkan bahwa kondisi ini terjadi di Puskesmas Mallawa, Camba, Cenrana, dan Tompobulu.

Saat ini, masing-masing puskesmas hanya memiliki satu hingga dua dokter umum atau gigi.

“Di Puskesmas Mallawa hanya ada satu dokter gigi. Di Camba dan Cenrana masing-masing satu dokter. Di Tompobulu ada dua,” ungkap Yunus, Selasa, (05/08/2025).

Padahal, menurut standar pelayanan, satu puskesmas idealnya memiliki tiga hingga empat dokter, mengingat satu dokter seharusnya menangani maksimal 5.000 penduduk.

Sementara di wilayah pegunungan, jumlah penduduk per kecamatan bisa mencapai 15.000 hingga 20.000 jiwa.

Kondisi ini bukan hal baru. Yunus mengatakan bahwa setiap kali formasi CPNS dibuka, tidak ada dokter yang melamar untuk ditempatkan di wilayah pegunungan.

“Beberapa kali dibuka formasi dokter lewat CPNS, tapi tidak ada yang melamar di wilayah pegunungan,” jelasnya.

]Ia menilai, faktor geografis dan insentif menjadi kendala utama rendahnya minat dokter.

“Jauh dari kota, tapi gaji sama. Jadi banyak dokter lebih memilih bertugas di wilayah perkotaan,” tambah Yunus.
Meskipun kekurangan dokter, layanan di puskesmas tetap berjalan. Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan dokter yang tersedia, agar pelayanan dasar tetap bisa diberikan kepada masyarakat.

Bupati Maros, Chaidir Syam, membenarkan persoalan tersebut. Ia menyebut bahwa tahun ini pun Pemkab membuka formasi dokter dalam seleksi CPNS, namun tidak satu pun pelamar mendaftar untuk wilayah pegunungan.

Sebagai solusi, Pemkab Maros kini menggandeng sejumlah perguruan tinggi kedokteran, seperti Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI), untuk menjalankan program magang di puskesmas pegunungan.

Pemerintah daerah juga tengah menyusun peraturan bupati (Perbup) tentang insentif khusus bagi dokter yang bersedia ditempatkan di wilayah terpencil.

“Harapannya bisa jadi daya tarik agar ada yang bersedia mendaftar ke daerah pegunungan,” kata Chaidir.

 Komentar

Berita Terbaru
Hiburan26 September 2026 07:08
Bugis Waterpark Adventure Hadirkan Weekday Funventure, Rekreasi Rombongan Mulai Rp50 Ribu
Pedomanrakyat.com, Makassar – Menikmati waktu bersama dalam suasana yang lebih seru kini bisa dilakukan di hari kerja. Bugis Waterpark Adventure...
Metro25 September 2026 23:30
Andi Sudirman Paparkan Capaian Digitalisasi Keuangan Sulsel di Forum Nasional FEKDI x IFSE 2026
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjadi narasumber dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indones...
Metro25 September 2026 22:24
Konsep RTH Sepanjang Pedestrian Jalan Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Siapkan Pohon “Natif” Lokal Sulawesi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, tak ingin revitalisasi pedestrian Kajaolalido-Thamrin hanya berorientasi pada pembanguna...
Metro25 September 2026 22:04
DPRD Sulsel Sudah 2 Tahun Bertugas, Cicu: Masih Ada 3 Tahun untuk Mengabdi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dua tahun menjalankan masa jabatan, DPRD Sulawesi Selatan menghadapi beragam dinamika dan aspirasi masyarakat yang dis...