Hadapi El Nino, LAZ Hadji Kalla Dorong Petani Kembangkan Usaha Alternatif

Muh Saddam
Muh Saddam

Kamis, 29 Oktober 2026 18:36

Program Manager Bidang Community and Development Care (Comdev) LAZ Hadji Kalla, Erny Rachmi Nurdin, melakukan kunjungan ke beberapa titik demplot petani di desa binaan yang berlokasi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Program Manager Bidang Community and Development Care (Comdev) LAZ Hadji Kalla, Erny Rachmi Nurdin, melakukan kunjungan ke beberapa titik demplot petani di desa binaan yang berlokasi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Kemarau panjang akibat El Nino membuat petani menghadapi risiko penurunan produktivitas pertanian dan berkurangnya ketersediaan air.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla mendorong masyarakat desa mengembangkan usaha alternatif agar pendapatan keluarga tidak hanya bergantung pada hasil panen.

Upaya ini dilakukan melalui program Desa Bangkit Sejahtera (DBS), yang memberikan pendampingan kepada kelompok masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Program Manager Bidang Community and Development Care (Comdev) LAZ Hadji Kalla, Erny Rachmi Nurdin, mengatakan ketergantungan pada satu komoditas pertanian atau perkebunan membuat masyarakat lebih rentan ketika perubahan cuaca mengganggu kegiatan budidaya.

“Ketika terjadi El Nino berupa kemarau yang panjang, kelompok masyarakat yang sebelumnya fokus melakukan budidaya komoditas pertanian ataupun perkebunan menghadapi tantangan karena kondisi kekeringan dan debit sumber air yang menurun drastis,” ujarnya.

Menurut Erny, masyarakat perlu didorong untuk melihat peluang usaha lain yang sesuai dengan potensi lokal. Dengan begitu, mereka tetap memiliki sumber pendapatan ketika kondisi alam tidak mendukung kegiatan pertanian.

“Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk melihat potensi lain yang bisa dikembangkan sesuai dengan kondisi wilayah, sehingga sumber penghasilan mereka tidak hanya bergantung pada budidaya komoditas pertanian ataupun perkebunan,” tambahnya.

Melalui program DBS, masyarakat didampingi untuk mengembangkan beragam usaha, mulai dari budidaya komoditas yang relatif adaptif terhadap kondisi cuaca, seperti mentimun dan kacang panjang, hingga pengembangan kakao.

Selain sektor budidaya, warga juga didorong mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Di antaranya, memanfaatkan daun kelapa untuk membuat sapu lidi dan piring lidi, serta membentuk kelompok usaha rumahan yang memproduksi suvenir berupa celengan karakter.

Diversifikasi usaha tersebut diharapkan dapat memperluas sumber penghasilan keluarga sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi perubahan kondisi lingkungan.

Dua Tahun Dampingi Tiga Desa di Parigi Moutong

Program Desa Bangkit Sejahtera telah berjalan selama dua tahun terakhir di tiga desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ketiga desa tersebut yakni Desa Ta’aniuge di Kecamatan Tomini, Desa Baina’a Barat, serta Desa Ambason Mekar di Kecamatan Tinombo.

Kepala Desa Ambason Mekar, Abdul Aziz E. Hamu, mengapresiasi pendampingan LAZ Hadji Kalla yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan hingga tambahan pendapatan bagi kelompok penerima manfaat.

“Saya selaku Kepala Desa Ambason Mekar sangat bersyukur dan berterima kasih kepada LAZ Hadji Kalla yang telah banyak menjalankan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa kami selama ini,” katanya.

Ia berharap pendampingan serupa dapat menjangkau lebih banyak desa. Abdul Aziz juga berharap masyarakat yang telah mendapatkan pembinaan mampu melanjutkan program secara mandiri setelah masa pendampingan berakhir.

“Semoga semakin banyak desa yang akan mendapatkan pendampingan dari LAZ Hadji Kalla di waktu mendatang dan semoga kami juga akan selalu dapat melanjutkan programnya secara mandiri, walaupun desa kami sudah tidak didampingi lagi,” ujarnya.

Melalui DBS, LAZ Hadji Kalla berupaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat dengan memperkuat keterampilan, mengembangkan potensi lokal, dan membuka alternatif sumber pendapatan.

Pendekatan ini diharapkan membuat masyarakat lebih siap menghadapi risiko perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah29 Oktober 2026 23:30
Wabup Pinrang Resmikan Program Cahaya Tuppu, Sampah Didorong Jadi Bernilai
Pedomanrakyat.com, Makassar – Upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Salah satu langk...
Ekonomi29 Oktober 2026 22:21
Tax Gathering Kanwil DJP Sulselbartra 2026: Harmoni Berkontribusi, Wujud Cinta Untuk Negeri
Pedomanrakyat.com, Makassar – Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Se...
Nasional29 Oktober 2026 21:26
Kemenhut Telusuri Pertanggungjawaban Karhutla hingga Pemilik Manfaat Korporasi
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak berhenti pada pemadaman dan ...
Metro29 Oktober 2026 20:22
Respons Aspirasi Warga, Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Drainase Pongtiku, Dilengkapi U-Ditch
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus merespons aspirasi masyarakat dengan melakukan p...