Pedomanrakyat.com, Bulukumba – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Fadjry Djufry mengenakan pakaian adat Kajang dalam Paripurna DPRD HUT Ke-65 Bulukumba, di Lapangan Pemuda di Bulukumba, Senin, 3 Februari 2025. Hari Jadi Kabupaten Bulukumba tahun ini mengusung tema Ketahanan Pangan untuk Pembangunan yang Berkelanjutan.
Sebelum menghadiri paripurna, Pj Gubernur Prof Fadjry Djufry menginap di Pantai Bira, kemudian menuju ke Rumah Jabatan Bupati Bulukumba di Jalan Anggrek untuk berganti pakaian. Ia mengenakan baju adat berwarna hitam, khususnya Passapu yang dipasangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba, Andi Buyung Saputra.
Baca Juga :
- Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan untuk Keluarga Anak Korban Tenggelam di Pantai Depan Masjid 99 Kubah
- Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi Groundbreaking MYP Sulsel Paket 6 untuk 20 Ruas Jalan Provinsi
- Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi Groundbreaking Irigasi Lengkong Pini-Makawa di Luwu, Akhiri 7 Tahun Sawah Minim Pasokan Air
Andi Buyung menjelaskan, pakaian adat masyarakat Bulukumba yang dikenakan merupakan pakaian adat dominan warna hitam. Prof Fadjry Djufry mengenakan ikat kepala (Passapu) dan sarung khas Kajang.
“Memakai Passapu Kajang, sebagai ciri khas sekaligus filosofi hidup masyarakat Kajang. Melambangkan kejujuran, konsisten dan kamase-masea atau kesederhanaan,” jelasnya.
Sedangkan warna hitam melambangkan ketegasan dan kesederhanaan. Masyarakat Kajang memilih hidup sederhana, dan kaya untuk kehidupan kemudian.
“Dan sarung Bira, ini merupakan kearifan lokal. Pak Bupati juga mengenakan pakaian yang sama,” tambahnya.
Selain itu, Prof Fadjry Djufry juga akan mengunjungi beberapa lokasi pembangunan irigasi yang menggunakan sistem pracetak, yang telah menjadi prototipe infrastruktur irigasi selama tiga tahun terakhir dalam periode kepemimpinan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati Andi Edy Manaf.(*)

Komentar