Hutan Pinus Gowa Terbakar, Rafiuddin Raping Ingatkan Warga Waspada di Musim Kemarau

Muh Saddam
Muh Saddam

Rabu, 26 Agustus 2026 13:30

Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Rafiuddin Raping.
Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Rafiuddin Raping.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota Komisi B DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi PPP, Rafiuddin Raping, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan selama musim kemarau.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kebakaran hutan pinus yang terjadi di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, pada Rabu (19/8/2026) lalu.

Legislator Sulsel dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Gowa dan Takalar itu meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan, termasuk membuang puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar.

Rafiuddin mengatakan penyebab kebakaran hutan pinus tersebut masih perlu menunggu hasil investigasi. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak kepolisian terkait penanganan peristiwa tersebut.

“Kita tidak tahu apakah orang buang puntung rokok atau memang disengaja. Sementara dalam investigasi kepolisian, saya sudah ketemu juga dengan Pak Kapolres dan itu memang disinggung,” kata Rafiuddin.

Menurutnya, kebakaran hutan bukan hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama warga yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.

Ia menjelaskan kawasan dataran tinggi Gowa merupakan salah satu sentra pertanian, baik tanaman pangan maupun hortikultura. Karena itu, keberadaan hutan dan sumber mata air perlu dijaga.

“Kami sebagai wakil rakyat dari Kabupaten Gowa dan Takalar sudah mengimbau masyarakat supaya berhati-hati dengan pembakaran. Jangan sampai, apalagi membuang puntung rokok di sembarang tempat, kemudian memicu kebakaran hutan,” ujarnya.

Rafiuddin mengaku masyarakat di kawasan tersebut turut merasa khawatir setiap kali terjadi kebakaran hutan. Selain kerusakan lingkungan, kebakaran dikhawatirkan mengganggu sumber mata air yang menjadi penopang aktivitas pertanian warga.

“Kalau ada kebakaran, otomatis mata-mata air bisa terganggu. Kita tahu di dataran tinggi itu sekitar 90 persen masyarakat bergerak di pertanian, baik padi maupun hortikultura. Kalau sumber air terganggu, pertanian juga sangat terdampak,” jelasnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, Rafiuddin mendorong pemerintah meningkatkan sosialisasi dan langkah pencegahan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Ia juga mengusulkan agar fasilitas pemadam kebakaran disiapkan di sejumlah titik rawan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika api muncul.

“Pencegahan dan intensitas sosialisasi perlu ditingkatkan. Kalau perlu, di daerah-daerah yang memang rawan kebakaran disiapkan pemadam kebakaran, supaya kalau ada kebakaran bisa cepat dimatikan,” katanya.

Rafiuddin mengatakan dirinya juga aktif menyampaikan imbauan tersebut saat berada di daerah pemilihannya. Bahkan, ia meminta pesan kewaspadaan terhadap kebakaran disampaikan kepada masyarakat melalui masjid-masjid.

“Saya tiga atau empat hari di dapil, memang selalu mengimbau. Saya juga minta disampaikan di masjid-masjid agar masyarakat betul-betul menjaga, jangan sampai terjadi kebakaran,” tuturnya.

Kawasan sekitar Gunung Bawakaraeng dan Lompobattang, lanjut Rafiuddin, menjadi salah satu perhatian karena banyak aktivitas masyarakat yang berdekatan dengan kawasan hutan.

Ia mengaku telah mendatangi sejumlah pos pendaftaran pendaki untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Saya di sana dekat sekali dengan Gunung Bawakaraeng. Di pos-pos pendaftaran untuk ke Bawakaraeng atau Lompobattang, saya sudah datangi dan mengimbau agar bersama-sama mencegah kebakaran,” katanya.

Rafiuddin juga menilai perlu ada langkah yang lebih terorganisir untuk mengantisipasi kebakaran hutan selama musim kemarau. Menurutnya, keterlibatan pemerintah, masyarakat, hingga aparat kehutanan sangat dibutuhkan.

“Memang sangat perlu. Namun yang saya lakukan sekarang baru mendatangi dan mengimbau orang-orang, terutama yang berada dekat dengan hutan,” ujarnya.

Ia juga meminta pihak kehutanan memperkuat pengawasan di lapangan serta memastikan petugas yang berada di wilayah rawan kebakaran mendapatkan dukungan dan fasilitas yang memadai.

“Saya juga sangat mengimbau pihak kehutanan agar anggota yang ada di bawah betul-betul difasilitasi untuk menjaga hutan-hutan yang ada,” pungkasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional25 Agustus 2026 21:30
Tegas! Kemenhut Jatuhkan Sanksi Enam Perusahaan Terkait Karhutla, Ini Daftarnya
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan H...
Metro25 Agustus 2026 20:28
Kepala BKN-Wagub Sulsel dan Wali Kota Makassar Riding Vespa-Tanam Tebuya di CPI
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kehadiran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, di Kota Makassar turut dimanfaatkan untuk m...
Metro25 Agustus 2026 19:26
DLH Makassar Tambah 30 Motor dan 10 Armroll, Serta Siapkan Puluhan Mesin Pengolah Sampah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat fasilitas pengelolaan persampahan dengan memastikan dukungan sarana dan...
Metro25 Agustus 2026 18:33
Wali Kota Makassar Serukan Camat Dan Lurah Sepakati Waktu Buang dan Angkut Sampah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengultimatum seluruh camat untuk memastikan validitas data penerima progra...