Ini Cara Mengetahui dan Menangani Hama Spodoptera Frugiperda Pada Tanaman Jagung

Nhico
Nhico

Selasa, 07 Juni 2022 08:39

Ini Cara Mengetahui dan Menangani Hama Spodoptera Frugiperda Pada Tanaman Jagung

Pedomanrakyat.com, Jakarta- Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat guna melakukan penanganan terhadap Spodoptera frugiperda atau Fall Armyworm (FAW) yang merupakan hama jenis baru di Indonesia yang menyerang tanaman jagung.

Hama baru ini dikenal dengan sebutan ulat grayak (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) atau Fall Armyworm yang merupakan serangga ngengat asli daerah tropis, sebelumnya hanya ditemukan pada pertanaman jagung di Amerika Serikat, Argentina, dan Afrika.

Tak hanya turun ke lapangan, Kementan pun masif melakukan sosialisasi terkait cara mengetahui dan menangani hama Spodoptera Frugiperda melalui Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani. Menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman diupayakan dengan pengendalian yang memperhatikan prinsip-prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa seluruh jajaran Kementan terus berupaya mengawal dan menuntaskan masalah-masalah pertanian seperti hama dan penyakit demi menjaga ketersediaan pangan nasional.

“Prinsipnya, kendalikan hama ini dengan pestisida hayati, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Apa yang ada dapat dimanfaatkan sebagai pengendali, seperti agensia hayati, ramuan herbal atau campuran bahan alami.

Cari bahan sekitar agar bisa hemat biaya. Penggunaan pestisida kimiawi adalah cara terakhir jika tidak ada solusi ,” kata Suwandi pada webinar BTS Propaktani bertajuk Pengelolaan Hama Spodoptera Frugiperda Tanaman Jagung yang dihelat kemarin Senin (6/6/2022).

“Harapannya dengan adanya paparan informasi mengenai pencegahan dan pengendalian hama FAW ini menjadi pembelajaran dan bisa dipraktekkan oleh petani jagung dan yang lainnya,” sambung Suwandi.

Sementara itu, Akademisi UGM, Suputa menyampaikan hingga saat ini dilaporkan sebanyak 76 famili tumbuhan yang terdiri dari 353 spesies telah menjadi inang Spodoptera frugiperda. Inang utamanya adalah Poaceae, Asteraceae, dan Fabaceae.

“Pencegahannya, jangan menanam jagung di luar musim dan hindari penanaman jagung yang terlambat. Bila terpaksa atau keadaan memaksa maka taburkan tanah atau debu atau pasir halus atau abu kayu atau abu gosokatau blawu pada bagian tengah tanaman muda,” ungkapnya.

Suputa menekankan perlu dilakukan pemantauan mingguan sejak benih mulai tumbuh dan lakukan tindakan segera/aksi cepat begitu menemui FAW. Lakukan pengamatan terhadap larva pada bagian tengah tanaman bagian dalam dan lakukan pengamatan gejala serangan.

“Serangan seringkali pada daun bagian tengah tanaman kadang juga pada tongkol. Untuk pengendalian semprotkan insektisida pada bagian tengah tanaman pada pagi buta atau sore menjelang malam hari, malam hari lebih bagus,” jelasnya.

Willing Bagariang, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Ahli Muda Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) menjelaskan hama Spodoptera Frugiperda dapat terbang jauh sejauh kurang lebih 100km/malam. Memiliki kemampuan bertelur yang tinggi, dan bersifar polifag. Ngengat ini juga dapat hidup pada wilayah tropis/sub tropis. Jika sudah masuk, tidak dapat dieradikasi.

“Pengendalian Spodoptera frugiperda tidak disarankan hanya mengandalkan pengendalian secara kimia tetapi perlu menerapkan sistem Pengelolaan Hama Terpadu,” paparnya.

“Lakukan pergiliran insektisida untuk mengurangi terjadinya resistensi hama terhadap insektisida dan memperhatikan tingkat efektivitas dan faktor risiko insektisida. Lakukan pengamatan rutin untuk memantau gejala serangan awal S. frugiperda sehingga pengambilan keputusan pengendalian tepat waktu,” tambah Willing.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro07 Juli 2026 15:02
Lewat Pendekatan Humanis, Lapak Berdiri 30 Tahun di Telkomas Dibongkar Mandiri
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, terus menunjukkan komitmennya dalam menata kawasan dan mengembalikan fungsi fasilitas um...
Metro07 Juli 2026 14:58
Sekda Jufri Rahman Tegaskan Hilirisasi SDA Jadi Kunci Nilai Tambah dan Daya Saing Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menegaskan hilirisasi sumber daya alam, khususnya sekto...
Politik07 Juli 2026 12:18
DPRD dan Pemkot Parepare Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Hermanto Sampaikan Apresiasi atas Sinergi Pembahasan
Pedomanrakyat.com, Parepare – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare bersama Pemerintah Kota Parepare resmi menyetujui Rancangan Pe...
Politik07 Juli 2026 09:14
Tasming Hamid: Bantuan Alsintan dari Pemerintah Jadi Energi Baru Perkuat Ketahanan Pangan di Parepare
Pedomanrakyat.com, Parepare – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan alat pertanian yang dibe...