Pedomamrakyat.com, Pinrang – Upaya Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat terus dilakukan, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang berdampak pada distribusi air irigasi di sejumlah wilayah.
Melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK), Pemerintah Kabupaten Pinrang melakukan normalisasi Saluran Sekunder Sikkuala Ruas 3.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperlancar aliran air menuju sejumlah saluran sekunder yang menopang kebutuhan irigasi lahan pertanian masyarakat.
Baca Juga :
Kepala Dinas SDABK Kabupaten Pinrang, Bachrumsyah mengungkapkan bahwa normalisasi tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi saluran irigasi sehingga distribusi air dapat menjangkau lahan pertanian secara lebih baik.
Menurutnya, Saluran Sekunder Sikkuala Ruas 3 memiliki peran penting karena menjadi salah satu jalur distribusi air menuju Saluran Sekunder Siparappe, Saluran Sekunder Sikkuala dan Saluran Sekunder Cempa.
“Upaya ini merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Pinrang untuk memperlancar distribusi air irigasi kepada lahan pertanian masyarakat, terutama dalam kondisi kemarau seperti saat ini,” ungkapnya.
Normalisasi saluran diharapkan dapat mengurangi hambatan dalam aliran air sehingga pasokan irigasi ke area persawahan dapat lebih optimal.
Kondisi ini tentunya menjadi penting bagi para petani dalam menjaga keberlangsungan tanaman dan mengurangi risiko terganggunya aktivitas pertanian akibat keterbatasan air.
Bagi Kabupaten Pinrang yang memiliki sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat, ketersediaan air irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian.
Karena itu, optimalisasi jaringan irigasi tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga penghidupan masyarakat petani.
Bachrumsyah menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pinrang akan terus memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu dalam menjaga kelancaran distribusi air irigasi.
Melalui langkah tersebut, diharapkan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat dapat lebih terjamin, produktivitas petani tetap terjaga dan dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian dapat ditekan.
Dengan distribusi air yang semakin optimal, manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh petani dalam mempertahankan produksi pertanian, tetapi juga oleh masyarakat secara luas melalui terjaganya ketersediaan bahan pangan serta keberlangsungan aktivitas ekonomi yang bertumpu pada sektor pertanian.

Komentar