Kemenhut Perkuat Pembinaan Saka Wanabakti di NTT, KHDTK Mapoli Jadi Camping Ground Generasi Pelestari Hutan

Nhico
Nhico

Rabu, 22 Juli 2026 11:24

Kemenhut Perkuat Pembinaan Saka Wanabakti di NTT, KHDTK Mapoli Jadi Camping Ground Generasi Pelestari Hutan

Pedomanrakyat.com, Kupang– Kementerian Kehutanan terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui Saka Wanabakti sebagai bagian dari upaya menyiapkan pelestari hutan masa depan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Penguatan Pembinaan Saka Wanabakti Wilayah Nusa Tenggara Timur pada 20–21 Juli 2026 di Kupang, yang meliputi peresmian Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mapoli sebagai Camping Ground Saka Wanabakti dan Basecamp Genries, pelaksanaan Kemah Bakti Saka Wanabakti, Forum Konsolidasi Penguatan Saka Wanabakti, serta peninjauan KHDTK Oelsonbai sebagai wahana pendidikan lapangan.

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan sekaligus Ketua Pimpinan Saka Wanabakti Nasional, Indra Exploitasia, menegaskan bahwa pembinaan Saka Wanabakti merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia kehutanan yang unggul.

“Keberhasilan pembinaan tidak diukur dari berakhirnya sebuah kegiatan, tetapi dari lahirnya generasi muda yang terus berkarya, berkolaborasi, dan menghadirkan aksi nyata bagi kelestarian hutan di mana pun mereka berada,” tegasnya.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Saka Wanabakti Nasional, Luckmi Purwandari menambahkan bahwa penguatan Saka Wanabakti perlu didukung melalui pembelajaran yang dekat dengan kondisi lapangan dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

“Kami ingin setiap KHDTK menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk belajar, memimpin, dan mengabdi. Ketika mereka kembali ke daerahnya masing-masing, mereka diharapkan menjadi penggerak lahirnya aksi-aksi pelestarian hutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peresmian KHDTK Mapoli yang dirangkaikan dengan pembukaan Kemah Bakti Saka Wanabakti Wilayah Nusa Tenggara Timur. Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan fungsi KHDTK sebagai ruang pembelajaran berbasis alam yang mendukung pendidikan karakter, kepemimpinan, serta peningkatan kompetensi generasi muda di bidang kehutanan.

KHDTK Mapoli seluas 16,6 hektare yang telah ditetapkan sebagai kawasan hutan pendidikan dan pelatihan sejak tahun 2017 kini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran lapangan bagi anggota Saka Wanabakti. Kawasan ini diharapkan menjadi laboratorium alam untuk mengenalkan praktik konservasi, rehabilitasi hutan, pengelolaan ekosistem, serta berbagai aktivitas pendidikan kehutanan yang aplikatif bagi generasi muda.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta mengikuti Kemah Bakti Saka Wanabakti Wilayah Nusa Tenggara Timur yang diisi dengan pembinaan karakter, penguatan kepemimpinan, peningkatan keterampilan kepramukaan bidang kehutanan, serta pembelajaran lapangan. Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk menjadi generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian hutan sekaligus mampu menjadi penggerak aksi lingkungan di daerahnya masing-masing.

Pada hari yang sama juga diselenggarakan Forum Konsolidasi Penguatan Saka Wanabakti Wilayah Nusa Tenggara Timur yang dihadiri oleh unsur Pimpinan Saka Wanabakti Nasional, Balai P2SDM Wilayah VII Kupang, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kehutanan di wilayah NTT, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi NTT, Kwartir Cabang Kota Kupang, serta para pemangku kepentingan lainnya. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi penyelenggaraan Saka Wanabakti di Nusa Tenggara Timur, mengidentifikasi potensi dan kebutuhan pembinaan di masing-masing wilayah kerja, serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung pembinaan generasi muda kehutanan.

Salah satu hasil penting forum tersebut adalah komitmen bersama Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kehutanan di wilayah Nusa Tenggara Timur untuk mengoptimalkan pemanfaatan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) sebagai wahana pembinaan Saka Wanabakti melalui penyelenggaraan pendidikan lapangan, pelatihan, perkemahan, dan berbagai kegiatan kepramukaan bidang kehutanan sesuai dengan karakteristik kawasan masing-masing. Komitmen ini diharapkan memperluas akses pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat fungsi KHDTK sebagai pusat pembelajaran kehutanan yang produktif dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan KHDTK Oelsonbai untuk melihat potensi kawasan sebagai wahana pendidikan lapangan, pelatihan, penelitian, dan pembinaan Saka Wanabakti. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya mendorong optimalisasi KHDTK sebagai pusat pembelajaran kehutanan yang mendukung pengembangan sumber daya manusia kehutanan di daerah.

Melalui kegiatan Penguatan Pembinaan Saka Wanabakti Wilayah Nusa Tenggara Timur, Kementerian Kehutanan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui Saka Wanabakti dengan mengoptimalkan potensi KHDTK, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, kompeten, adaptif, serta siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.

Ke depan, penguatan pembinaan Saka Wanabakti juga akan dilakukan melalui sinergi program lintas Unit Eselon I Kementerian Kehutanan. Sinergi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan empat Krida Saka Wanabakti, yaitu Tata Wana, Guna Wana, Bina Wana, dan Reksa Wana, dengan memanfaatkan program, sumber daya, serta kompetensi teknis yang dimiliki masing-masing unit. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan pembinaan yang lebih terpadu, kontekstual, dan berbasis pengalaman lapangan, sehingga anggota Saka Wanabakti memperoleh kompetensi yang selaras dengan kebutuhan pembangunan kehutanan serta tantangan pengelolaan hutan di masa depan.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional22 Juli 2026 13:23
Wamenhut: Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Jadi Kompas Kebijakan Konservasi Indonesia
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki mewakili Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menghadiri Peluncuran...
Ekonomi22 Juli 2026 13:16
Tinjau GPM, Bupati Lutim Ibas Instruksikan Diperluas Hingga ke Desa
Pedomanrakyat.com, Lutim- Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di pelataran Lap...
Metro22 Juli 2026 12:58
Muchlis A Misbah: Makassar Butuh Lahan TPU Minimal 20 Hektare
Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar Muchlis A Misbah mendesak Pemerintah Kota Makassar segera menyiapkan lahan baru untuk T...
Daerah22 Juli 2026 12:47
Pangkep Matangkan Ranperda Pilkades, 7 Desa Siap Gelar Pemilihan Oktober 2026
Pedomanrakyat.com, Pangkep – Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar Focus Group Discussion ...