Keselamatan Satwa Jadi Prioritas: Kemenhut-Pemkot Bandung Kawal Transisi Bandung Zoo menuju Pengelolaan Profesional

Nhico
Nhico

Senin, 11 Mei 2026 13:03

Keselamatan Satwa Jadi Prioritas: Kemenhut-Pemkot Bandung Kawal Transisi Bandung Zoo menuju Pengelolaan Profesional

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan bersama Pemerintah Kota Bandung sepakat untuk memperpanjang Nota Kesepahaman (MoU) mengenai koordinasi upaya penyelamatan satwa dan penanganan para pekerja pada eks Lembaga Konservasi Yayasan Margasatwa Tamansari Bandung Zoological Garden. Perpanjangan MoU dilakukan setelah masa berlaku kesepakatan sebelumnya berakhir pada tanggal 5 Mei 2026.

Direktur Jenderal KSDAE Satyawan Pudiyatmoko, menyampaikan bahwa keselamatan satwa menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan eks lembaga konservasi tersebut. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Bandung terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh satwa mendapatkan penanganan, pemeliharaan, perawatan yang layak sesuai prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare).

“Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan utama terhadap keselamatan dan kesejahteraan satwa, serta harapan agar pengelolaan lembaga konservasi ke depan dapat dilaksanakan oleh pihak yang lebih profesional, akuntabel, dan memenuhi standar pengelolaan kesejahteraan satwa yang baik,” ungkapnya.

Dalam masa perpanjangan MoU ini, Pemerintah Kota Bandung akan bertanggung jawab dalam penyediaan kebutuhan dasar penyelamatan satwa, meliputi pakan, obat-obatan, vitamin, serta kebutuhan teknis lainnya guna memastikan kondisi satwa tetap terpelihara dengan baik selama masa transisi pengelolaan. Selain itu Pemerintah Kota Bandung juga akan tetap menyediakan upah/honor para pekerja, dan pembayaran utilitas (air, listrik dan internet).

Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung telah memulai proses pemilihan calon pengelola lembaga konservasi umum yang baru. Sejak tanggal 6 Mei 2026, Pemerintah Kota Bandung telah mengumumkan pembukaan proses seleksi calon pengelola selanjutnya secara terbuka.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa proses pemilihan pengelola dilakukan secara transparan dan diharapkan mampu menghasilkan pengelola yang memiliki kapasitas, pengalaman, serta komitmen kuat dalam pengelolaan lembaga konservasi modern yang mengedepankan aspek konservasi, edukasi, dan kesejahteraan satwa.

“Kami menargetkan paling lambat tanggal 29 Mei 2026 telah menetapkan salah satu pihak sebagai pengelola baru lembaga konservasi dimaksud, sehingga proses transisi pengelolaan dapat berjalan dengan baik dan keberlangsungan pemeliharaan satwa tetap terjamin,” ujarnya.

Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Kota Bandung mengajak seluruh pihak untuk mendukung proses transisi ini secara konstruktif demi kepentingan terbaik bagi satwa, para pekerja, serta keberlanjutan fungsi konservasi dan edukasi di Kota Bandung.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah11 Mei 2026 15:12
Bupati Chaidir Syam Apresiasi Peran Polres Maros dalam Pembinaan Pelajar
Pedomanrakyat.com, Maros – Polres Maros menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Maros atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pro...
Nasional11 Mei 2026 14:09
Kemenhut Soroti Peran Perempuan Jaga Ketahanan Ekologis dan Literasi AI
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan ketahanan ekologis menjadi fondasi penting dalam menjaga masa depan ba...
Nasional11 Mei 2026 14:02
Perkuat Perlindungan Populasi Gajah Sumatera, Monitoring di Bentang Alam Seblat Gunakan Drone Thermal
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Bentang Alam Seblat (BAS) merupakan salah satu habitat krusial bagi Gajah Sumatera. Sebagai wujud nyata perlindunga...
Daerah11 Mei 2026 13:44
Apresiasi Prestasi MTQ, Pemkab Maros Kucurkan Bonus Rp695 Juta
Pedomanrakyat.com, Maros – Sebanyak 47 anggota kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Maros menerima bonus Rp695 juta. Peserta juara ...