Kiprah Mayjen TNI (Purn) IGK Manila, Menyiapkan Kader Bangsa

Nhico
Nhico

Selasa, 19 Agustus 2025 10:05

Mayjen TNI (Purn) IGK Manila.
Mayjen TNI (Purn) IGK Manila.

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Mayor Jenderal TNI (Purn) I Gusti Kompyang Manila atau akrab disapa IGK Manila merupakan sosok prajurit, negarawan, sekaligus pendidik kader politik yang dikenal luas karena keteguhan prinsipnya.

IGK Manila lahir di Singaraja, Bali, pada 8 Juli 1942. Dia tercatat sebagai salah satu dari 15 perwira remaja pertama lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1964 dengan pangkat letnan dua mengemban posisi komandan pleton dan meniti karier hingga berpangkat Mayor Jenderal.

Dalam perjalanan militernya, IGK Manila pernah dipercaya memimpin berbagai satuan penting, termasuk di bidang kepolisian militer.

Ia pernah menjadi ajudan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto, serta terlibat dalam berbagai operasi penting, termasuk operasi penanganan gajah liar di kawasan Sumatera Selatan.

Opa Manila- begitu dia biasa disapa, punya gaya kepemimpinan yang disiplin, keras, namun mengutamakan loyalitas dan keberanian.

Selepas dari dinas militer, kiprahnya tidak berhenti. Ia terjun di bidang olahraga dan pernah menorehkan sejarah bersama Tim Nasional Sepak Bola Indonesia meski hampir tidak jadi diberangkatkan ke SEA Games 1991 di Manila, Filipina.

Saat dipercaya memimpin persiapan tim untuk ajang SEA Games itu, ia mampu membuktikan diri dengan membawa Indonesia meraih juara sepak bola, keluar dari paceklik gelar. Pendekatannya menekankan peningkatan fisik, disiplin, serta penguatan mental pemain.

Tak hanya sepak bola, IGK Manila juga dikenal sebagai Bapak Wushu Indonesia. Di tangannya, olahraga wushu tumbuh pesat dan memberi sumbangsih besar bagi prestasi olahraga nasional.

Belum lagi sejarah emas 33 tahun silam, tatkala Alan Budikusuma dan Susy Susanti meraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992 juga tak lepas dari peran IGK Manila.

Kiprahnya berlanjut di ranah politik bersama Partai NasDem. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mempercayakannya menjadi Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, satu-satunya akademi politik di Indonesia yang dimiliki partai politik.

Di bawah kepemimpinannya, ABN NasDem berkembang dengan kurikulum dan silabus khusus yang menyiapkan kader-kader muda NasDem sekaligus sebagai kader bangsa.

Ia menekankan bahwa kader harus cerdas, militan, loyal, serta tahan terhadap hoaks. Konsep kepemimpinannya dikenal dengan prinsip ‘Tiga S’ yakni: Smile, Style, and Safety – ramah kepada siapa pun, menjaga kerapihan dan wibawa, serta berhati-hati dalam ucapan.

Bagi IGK Manila, seorang pemimpin harus berjiwa ksatria: jujur, berani mengoreksi diri, bijaksana, dan selalu menjadi teladan. Nilai itu terus ia tanamkan hingga akhir hayatnya.

Opa Manila mengembuskan napas terakhir pada Senin, 18 Agustus 2025 pukul 08.59 WIB di Rumah Sakit Bunda Menteng, Jakarta Pusat. Dia meninggal pada usia 83 tahun.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro10 Februari 2026 22:32
Aliyah Mustika Ilham Ajak Muballigh Menjadi Penyejuk di Tengah Tantangan Zaman
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Muballigh Kota Makassar T...
Daerah10 Februari 2026 21:24
Kajati Sulsel Resmikan Aula Kejari Sidrap, Sekaligus Serahkan Gudang untuk Dukung Lumbung Pangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri S...
Metro10 Februari 2026 20:29
Akademisi dan Budayawan Bedah Dinamika Politik–Budaya Soppeng di Era Kontemporer
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dialog publik bertajuk “Membaca Soppeng Kontemporer: Sebuah Refleksi Publik” berlangsung di Kantor Tribun Timu...
Daerah10 Februari 2026 19:23
Bupati Irwan Terima Kunjungan Perdana Kajati Sulsel, Pererat Sinergi Penegakan Hukum
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, berkesempatan melakukan kunjungan k...