Komisi IX Soroti Akurasi Pengelolaan Data PBI-JKN BPJS Kesehatan

Nhico
Nhico

Kamis, 25 November 2021 18:40

Komisi IX Soroti Akurasi Pengelolaan Data PBI-JKN BPJS Kesehatan

Pedoman Rakyat, Jakarta – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menyoroti akurasi pengelolaan data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) BPJS Kesehatan. Setiap bulan jumlah PBI-JKN ini terus menurun. Hal ini menyebabkan realisasi anggaran untuk membayar PBI hanya 82,11 persen dari total anggaran Rp46,21 triliun.

Felly menyampaikan hal tersebut saat memimpin Rapat Kerja engan Menteri Dalam Negeri, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, dan Dirut BPJS Kesehatan, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Selain itu, menurut Felly, masih terdapat data PBI yang belum sebanyak sekitar 1,5 juta orang. Di sisi lain, masih ada sisa kuota 9,7 juta jiwa yang seharusnya, menurut Felly, bisa ditetapkan penggantinya, termasuk bayi baru dari ibu yang berstatus PBI. Juga para pekerja yang enam bulan setelah terkena dan korban bencana alam seharusnya juga berstatus PBI.

“Karena itu, kami belum mendengar penjelasan bagaimana akan dilakukan di lapangan. Seharusnya dengan big data dan integrasi sistem IT, proses verifikasi dan validasi bisa dipercepat,” pesan Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI tersebut. Menurut Felly, idealnya, data PBI tersebut bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial.

Tapi, kondisi riilnya, jelas Felly, saat ini belum ada PBI yang non-DTKS yang berstatus padan dengan jumlah 11,6 juta jiwan, dan PBI yang berstatus tidak padan sebanyak 5,8 juta, dan 2,5 juta data ganda. Sehingga, masih ada sisa kuota sebesar 9,7 juta jiwa yang belum dimasukkan ke dalam PBI tersebut. “Angka-angka ini adalah masyarakat kita yang membutuhkan, dan sesuai kriteria mereka ini masuk kelompok fakir miskin dan kurang mampu yang tentunya berhak mendapat menjadi PBI,” tegas Felly.

Terakhir, Felly juga menyoroti ada data yang padan, tidak padan, dan berganda antara Dukcapil Kemendagri dan Kementerian Sosial, dikarenakan Dukcapil hanya berdasarkan SK Menteri Sosial per tanggal 15 September 2021 dengan total PBI berjumlah 87,5 juta jiwa. Sedangkan, di Kemensos total PBI berjumlah 96,7 juta jiwa. “Ini terjadi karena salah satu permasalahan utama, yaitu keaktifan dan kecepatan pemda dalam melakukan verifikasi dan validasi data,” tutup legislator dapil Sulawesi Utara itu.

Diketahui, selisih Kuota PBI JKN terhadap kuota Januari hingga November 2021, jumlahnya terus meningkat. Persentase selisih terbesar terjadi pada Bulan Oktober 2021 yang mencapai 12,17 persen, di mana sejak Januari hingga September 2021 angka selisih tersebut stabil di bawah 1 persen. Sehingga, pada Bulan Oktober 2021 sebanyak 11.781.338 juta jiwa tercatat tidak mendapatkan kuota PBI JKN, yang seharusnya membutuhkan karena faktor sosial-ekonomi kurang menguntungkan.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro09 Oktober 2026 22:24
Pemkab Pinrang Siapkan Nomor Darurat 112, Respons Cepat Bencana dan Kegawatdaruratan
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Pemerintah Kabupaten Pinrang mulai mematangkan persiapan layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 untuk memud...
Metro09 Oktober 2026 21:21
Terima Komisi VII DPR RI, Andi Sudirman Perjuangkan Dukungan untuk 3 Juta UMKM Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menerima kunjungan kerja dalam rangka kunjungan kerja reses Komis...
Metro09 Oktober 2026 20:24
Dari Makassar, 500+ Pemimpin Lintas Sektor Membahas Masa Depan Kepemimpinan Indonesia
Pedomanrakyat.com, Makassar – Lebih dari 500 pemimpin dan profesional dari berbagai sektor berkumpul di Makassar Leadership Summit (MLS) 2026 di...
Metro09 Oktober 2026 19:27
Munafri Minta Dukungan Pusat Perkuat Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan Kota Makassar kepada Komisi VII ...